alexametrics

Kebut Perbaikan Tanggul Kalibanger

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN, – Pascabanjir beberapa hari lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Pekalongan segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol di beberapa wilayah. Salah satunya yakni tanggul yang terletak di Sungai Kalibanger, Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.(NORMA SARI YULIANINGRUM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Kepala Seksi Pengendalian Banjir pada DPUPR Kota Pekalongan, Donny Agung Prihanto menyampaikan bahwa perbaikan tanggul yang dibantu dengan alat ekskavator ini merupakan langkah antisipasi luapan air ke pemukiman warga setempat. Meskipun penanganan sungai besar merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi namun pihaknya mengaku tetap berupaya untuk tanggap dalam melakukan perbaikan karena hal ini menyangkut keselamatan masyarakat Kota Pekalongan.

Baca juga:  Anggaran Tidak Dipangkas, Penanganan Rob Tetap Diprioritaskan

Menurut Donny, selain disebabkan oleh tingginya intensitas hujan beberapa waktu lalu, meluapnya air sungai juga turut disebabkan oleh keberadaan tanggul yang umurnya dinilai sudah tua. “Kami lakukan pengerjaan tanggul ini secara lembur. Mudah-mudahan sehari bisa selesai, takutnya jika tidak segera diperbaiki air sungai akan meluap ke pemukiman warga seperti kejadian-kejadian di tahun sebelumnya,” terang Donny kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (10/2).

Adapun Lurah Klego, Muhamad Farid mengapresiasi langkah tanggap dari DPUPR Kota Pekalongan untuk melakukan perbaikan tanggul yang jebol di wilayah kerjanya ini. Ia mengungkapkan bahwa tanggul yang memisahkan Sungai Kuripan dan Sungai Sokorejo ini beberapa waktu lalu memang sudah terlihat retak.

Baca juga:  PeduliLindungi Mulai Diwajibkan di Kota Pekalongan

Jebolnya tanggul sendiri diakibatkan oleh limpahan air sungai dengan ketinggian hampir melewati tanggul. Akibatnya, pondasi tanggul roboh dan terlepas hingga sejauh 17 meter.

Selain itu, Babinsa Kelurahan Klego, Markus Lado juga mengaku bahwa sebelum terjadi banjir besar beruntung pihaknya bersama lurah dan warga setempat sempat melakukan penanggulangan sementara dengan membuat tanggul darurat dari karung pasir. Sehingga tidak sampai terjadi luapan air yang begitu besar.

“Kami berharap tanggul yang sudah diperbaiki ini bisa kokoh dan tahan lama untuk mencegah luapan air sungai. Terutama pada saat musim penghujan seperti sekarang ini,” tandas Markus. (nor/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya