alexametrics

Pemkot Pekalongan Bersih Bersih Bareng Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN, – Komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjadikan wilayahnya bersih dan sehat diwujudkan dengan aksi nyata secara konsisten. Mulai dari membuat tim patroli sungai hingga kerja bakti secara rutin.

Upaya tersebut sedikitnya telah membuahkan hasil. Tahun 2020 ini, sejumlah sungai dan pasar di Kota Pekalongan banyak mengalami kemajuan. Utamanya dalam hal kebersihan.

Sebut saja Sungai Lodji. Sejak dibentuknya Team Jogo Kali yang dicanangkan oleh Pemkot Pekalongan lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kondisi sungai ini kini tampak lebih bersih. Terpantau dari atas jembatan, Sungai Lodji beserta bantarannya sudah bersih dari sampah. Selain mengerahkan personel Jogo Kali, Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz beserta jajaran juga beberapa kali turun tangan untuk membersihkan sungai yang terletak di Jalan Sultan Agung ini.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Genjot Perekaman E-KTP

Sungai Lodji adalah satu dari sekian sungai di Kota Pekalongan yang mengalami progres besar soal kebersihan. Adalah bantaran Sungai Kelurahan Poncol yang kini telah disulap menjadi Taman Sriwedari. Bersinergi dengan Komunitas Poncol River Side (K-Poride), Pemkot Pekalongan berhasil mengubah sungai yang dulunya kurang terawat itu menjadi taman yang indah dan nyaman.

Kepala Dinas DLH Purwanti mengungkapkan bahwa Pemkot Pekalongan dan DLH tak hanya fokus pada kebersihan sungai. Mereka juga bahu membahu dalam menciptakan pasar dan lingkungan warga yang bersih dan sehat. Tujuan ini kemudian diwujudkan dalam program kerja bakti di pasar dan kampung. Beberapa waktu lalu, Pemkot Pekalongan meninjau sekaligus kerja bakti di Pasar Darurat Sorogenen guna menindaklanjuti informasi dari warga bahwa terjadi banjir usai hujan lebat. Setelah dilakukan kerja bakti, tampak saluran air di Pasar Darurat Sorogenen menjadi lebih bersih dan tidak lagi tersumbat banyak sampah.

Baca juga:  Percepat Vaksinasi dengan Antar Jemput

Selain melakukan kerja bakti, pemerintah pun telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 25 juta setiap kelurahan untuk pengangkutan sampah dan kerja bakti setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. “Kami juga akan lakukan penjemputan untuk mengangkut sampah. Kami sangat berharap masyarakat dapat membantu program ini untuk mengurangi produksi sampah di Kota Pekalongan,” imbuh Purwanti kepada Jawa Pos Radar Semarang Selasa (21/1).

Tak hanya bersinergi dengan Komunitas Poncol River Side (K-Poride), Pemkot Pekalongan juga menggandeng Komunitas Sapulidi guna mewujudkan Kota Pekalongan yang bersih dan sehat.

Ketua Komunitas Sapulidi, Dicko Handoko mengungkapkan, pihaknya telah bersinergi dengan Pemkot Pekalongan dengan membantu memasang sejumlah spanduk peringatan. Selain itu mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang alternatif lain. “Selain memasang spanduk, kami juga aktif bersihkan sungai,” serunya.

Baca juga:  Pohon Beringin 15 Meter di Alun-Alun Tumbang

Terpisah, Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz mengatakan, Kota Pekalongan masih butuh suatu gerakan kebersihan bersama. Oleh karenanya dalam beberapa kesempatan, Saelany kerap mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengaku bahwa ke depannya akan membangkitkan masyarakat supaya guyub rukun dan ikut berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan.

“Selama ini kita terus ajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. Walaupun sekarang sungai-sungai dan lingkungan sudah bersih tapi kesadaran itu tetap harus digaungkan supaya nantinya dapat menjadi kebiasaan,” pungkas wali kota. (nor/hum/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya