alexametrics

Rutin Berpatroli, Beri Sanksi Warga Nyampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan serius untuk mewujudkan wilayahnya bebas sampah. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah aliran sungai. Memastikan sungai bebas sampah, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemkot membuat tim Jogo Kali.

Tim Jogo Kali dengan menggunakan perahu fiber saat ini telah rutin berpatroli menyisir sungai-sungai di Kota Pekalongan. Melakukan pengawasan dan menangkap siapa pun yang membuang sampah di sungai.

Kepala DLH Kota Pekalongan Purwanti menjelaskan, tim Jogo Kali terdiri dari 23 personel, dengan 11 unit perahu patroli yang tersebar di beberapa lokasi. Khususnya 9 kelurahan yang dilintasi Sungai Lodji. Menurut Purwanti, keberadaan tim patroli Jogo Kali ini cukup berpengaruh dalam membentuk kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di sungai.

Baca juga:  Ajak Masyarakat Sadar dan Tanggap Bencana

“Sejak ada tim Jogo Kali yang melakukan operasi tangkap tangan oknum-oknum yang membuang sampah sembarangan, kondisi sungai di Kota Pekalongan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Purwanti mengatakan, tahun ini DLH akan mengusulkan pengadaan microphone untuk mengingatkan masyarakat bahwa sungai bukanlah tempat untuk buang sampah. Selain itu tim akan didampingi oleh tim hukum dari Satpol PP, bagian hukum Setda Pekalongan, serta DLH. Ada berbagai sanksi yang sudah disiapkan bagi oknum yang terbukti membuang sampah sembarangan. Denda tersebut berupa denda materi, denda soisal, bahkan pidana.

Rencananya tahun ini juga akan diberi fasilitas kontainer. Sampah-sampah yang tertampung di kontainer tersebut nantinya akan diangkut oleh petugas dari kelurahan atau kecamatan ke tempat pembuangan sampah (TPS) terdekat.

Baca juga:  Rob Semakin Parah, Warga Dievakuasi

Tahun 2020 ini, DLH telah mengalokasikan sekitar Rp 6 milliar untuk biaya penanganan sampah. Meliputi biaya pengangkutan sampah, pemeliharaan, kebersihan kota, pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), bank sampah, serta biaya petugas kebersihan.

“Penanganan sampah ini kami tidak hanya fokuskan di sungai saja, tetapi juga sampah di darat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat semakin peduli dengan lingkungan. Sehingga dapat mewujudkan Kota Pekalongan yang bersih, sehat, indah, dan terbebas dari sampah,” pungkas Purwanti. (nor/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya