Warga Terpaksa Bangun Tanggul Darurat

173

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN- Tidak ingin kecolongan terdampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan bersama warga Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara, membuat tanggul darurat. Dengan harapan, jika musim hujan dan rob, bisa meminimalisir resiko banjir akibat luapan sungai tersebut, pada Minggu malam (5/1).

Untuk diketahui, saat ini di sekitaran Krapyak memang belum ada genangan atau luapan air sungai namun pemkot dan warga siapsiaga. Namun pihaknya menindaklanjuti laporan warga, bahwa tanggul ada sementara yang ada di Krapyak Gg 3A jebol. Sehingga jika tidak segera diatasi luapan dapat masuk ke kampung. Sehingga setelah ada laporan tersebut, tanggul darurat digarap. “Kami cek, lakukan koordinasi, lalu aksi dibantu warga setempat. Karena tadi malam gelap, kami lanjut pekerjaan hari ini agar tidak berisiko karena minimnya pencahayaan.
Dijelaskan, pihaknya sengaja membuat ini segera. “Sebab untuk mengantisipasi dan sebagai upaya kesiapsiagaan dan pencegahan bencana dari Pemkot Pekalongan. Kami perlu aksi untuk meminimalkan dampak, terutama banjir akibat luapan sungai,” jelas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha SSos.

Lebih lanjut dijelaskan, tanggul darurat yang mereka buat berukuran kurang lebih empat meteran. Yang dibuat secara tradisional, menggunakan karung pasir, dan diisi dengan tanah urugan dan pasir. Tanggul tersebut dipasang disepanjang ruas pinggir sungai Kupang di Kelurahan, tepatnya Krapyak Gg 3. “Namun jika nanti tetap ada rob atau luapan banjir, Petugas BPBD sudah sigap ke lokasi usai ada laporan. Mudah-mudahan ini dapat meminimalkan luapan rob di Kelurahan Krapyak,” tandas Dimas. (han/bas)