alexametrics

Karya Pebatik Millenial Mulai Lengkapi Koleksi Museum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan ingin menghargai pembatik muda di daerahnya. Hal tersebut diwujudkan dengan memasukkan karya batik di Museum Batik Kota Pekalongan.

Hal tersebut juga dalam rangka satu dekade usia batik diakui oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan tak benda asli Indonesia. Dan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota yang terkenal akan ciri khas batiknya turut merayakan, dengan melaunching Pameran Koleksi Museum Batik Pekalongan, bertempat di Halaman Museum Batik setempat, Jumat (13/12).

Launching ditandai dengan penyerahan kain batik dari salah satu perajin batik asal Kota Pekalongan, Tamakun kepada Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE yang dilanjutkan dengan dengan pengguntingan untaian pita oleh Wali Kota.

Baca juga:  Parenting yang Tepat, Kunci Cegah Stunting

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan penghargaan dan motivasi kepada generasi muda, pelaku usaha batik, pegiat pariwisata serta masyarakat luas untuk meningkatkan apresiasinya terhadap budaya batik. “Penghargaan ini agar seniman muda lebih bersemangat dalam membagun Pekalongan,” jelasnya.

Selain melaunching pameran koleksi museum batik, pada perayaan satu dasawarsa batik ini juga dilakukan penyerahan penghargaan Sapta Pesona kepada pelaku usaha yang memenuhi kriteria Sapta Pesona, sekaligus diberikan penghargaan kepada para atlet muda berprestasi di beberapa jenjang pendidikan yang telah membawa nama baik Kota Pekalongan dalam ajang olahraga bergengsi di tingkat provinsi dan nasional.

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai dukungan yang menjadikan Kota Pekalongan sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Jawa Tengah dengan didirikannya Museum Batik Pekalongan untuk wadah menguri uri batik sebagai warisan leluhur bangsa. “Saat ini batik sudah mendunia dan menggema, sejak diakui oleh UNESCO sepuluh tahun silam. Oleh karena itu, mari terus lestarikan dan menguri-uri budaya lokal kita,” tutur Saelany.

Baca juga:  Desain Beskap Bergambar Jokowi, Pasarkan Batik hingga Eropa

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono menyebutkan saat ini telah ada 1.267 koleksi batik dengan berbagai corak dan motif yang ditempatkan di 3 ruang pamer di Museum Batik Pekalongan. “Dalam rangka memperingati sepuluh tahun batik sejak Oktober 2009 batik diakui UNESCO, hari ini ada 100 koleksi kain batik yang kami pamerkan baik yang belum pernah dipamerkan maupun belum dipamerkan, namun kebanyakan memang koleksi lama kami,” ucap Bambang. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya