Ini Penyebab Penertiban Pedagang Tiban di Pelita II Belum Klir

227
DISKUSI: Kasatpol PP Kota Pekalongan saat menemui para pedagang Pasar Tiban Pelita II, di Halaman Setda Kota Pekalongan, Jumat (13/12). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISKUSI: Kasatpol PP Kota Pekalongan saat menemui para pedagang Pasar Tiban Pelita II, di Halaman Setda Kota Pekalongan, Jumat (13/12). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tegaskan hanya menata pedagang pasar Tiban di Jalan Pelita II. Pemkot berupaya mengakomodasi seluruh kepentingan, pedagang tetap bisa berjualan dan mencari rezeki, di sisi lain para pengguna jalan bisa berjalan dengan lancar.

“Pemkot berusaha menyeimbangkan hal ini, semoga dapat dipahami oleh semua pihak. Tidak ada maksud menutup pasar, menghambat pedagang dalam mencari penghasilan, dan menimbulkan konflik atau benturan,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan kepada para pedagang Pasar Tiban Pelita II, di Halaman Setda Kota Pekalongan, Jumat (13/12).

Sebelumnya, pada Jumat pagi, Pemkot Pekalongan melalui Satpol PP bersama dengan rekan TNI, Polri, Linmas, dan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan mulai melakukan upaya persuasif mengajak teman-teman pedagang pasar tiban agar satu sisi. Keputusan tersebut telah melalui berbagai diskusi dan forum panjang dengan berbagai stakeholder. Pagi ini secara persuasif pemkot mengajak pedagang pasar tiban untuk satu sisi.

Pemkot memulai tahapan menegakkan kebijakan Pemkot Pekalongan untuk melakukan penaatan ketertiban umum pasar tiban di Jalan Pelita II setelah sebelumnya, yakni tiga minggu lebih telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. “Tentu ini bertahap, diharapkan kepentingan para pedagang tetap berjalan begitupun kepentingan para pengguna jalan agar tetap lancar, sehingga akses layanan puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya tidak terganggu,” terang Budi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi para Pedagang pasar tiban Jalan Pelita II, tetap meminta agar dapat menggunakan dua sisi jalan saat menggelar dagangan setiap hari Jumat pagi. Namun mereka siap untuk menata dagang lebih mundur dari posisi saat ini demi memberikan ruang bagi pengguna jalan.

“Kalau dari kami, kami tawarkan untuk tetap dua sisi. Kita bisa tata bersama dan pedagang juga siap untuk mundur semaksimal mungkin dari posisi sekarang. Dulu kami dengan Pemkot juga pernah berkomitmen untuk melakukan penataan bersama di sana tapi belum terlaksana hingga sekarang,” tutur Ketua Paguyuban Pasar Tiban Kota Pekalongan, Mualim yang ditemui usai audiensi

Dia mengklaim, selama ini tidak pernah terjadi kemacetan parah di ruas jalan tersebut. Pihak pedagang juga selalu siaga untuk turut menata lalu lintas jika dibutuhkan. Namun mereka kaget, pada Jumat pagi, tim gabungan melakukan penertiban pedagang agar mneggunakan satu sisi saja. Sehingga mereka, protes kepada Pemkot Pekalongan. (han/bas)