alexametrics

Pasar Tiban Pelita II Dibuat Satu Sisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan mulai menertibkan pedagang pasar tiban di kawasan Jalan Pelita II, Kecamatan Pekalongan Selatan. Karena selama ini  keberadaannya menggangu pengguna jalan. Di sisi lain pemkot tetap akan memfasilitasi pedagang berjualan di kawasan tersebut.

Penertiban dilakukan dengan menyeterilkan satu sisi ruas Jalan Pelita II.  Pasar tiban akan dibuat satu sisi yakni untuk jalan dari barat ke timur pedagang di sisi selatan. Jalan utara ke selatan pedagang berada di sebelah timur. “Putusan satu sisi ini memang masih berat melihat banyaknya pihak terkait yang berembuk. Mengapa satu sisi, kami akomodasi keinginan paguyuban pasar tiban, masyarakat lingkungan tersebut, rumah sakit, dan pendidikan di sana. Jalan keluarnya yakni satu sisi, agar semau terakomodir,” terang Wali Kota Pekalongan H M Saelany Machfudz Selasa (10/12).

Baca juga:  Iming-Iming Doorprize Berhasil Genjot Cakupan Vaksinasi

Menurut wali kota, keputusan ini cukup bijaksana. Karena Pemkot Pekalongan tidak menggusur atau menutup sama sekali akses pedagang. Tetapi memindahkan dengan memberi kesempatan berjualan di satu sisi. Sehingga masyarakat juga bisa melintas dan mengakses sejumlah fasilitas publik di kawasan tersebut tanpa harus terhalang pedagang.

Selanjutnya pemkot akan mengkaji tempat yang cocok untuk relokasi pedagang pasar tiban tersebut. Salah satu alternatifnya di lapangan di dekat kawasan tersebut. Dengan begitu aktivitas berdagang bisa berjalan, namun tidak menyebabkan gangguan ketertiban umum yang dapat mengganggu kepentingan umum.

Untuk pembongkaran lapak semi permanen. Pemkot menerjunkan Satpol PP dan instansi terkait. Pedagang diberi waktu hingga tanggal 13 Desember. “Kami tegaskan bahwa pemkot sungguh-sungguh menangani pasar tiban di Jalan Pelita IIini dengan tetap memberi solusi,” tegas Saelany.

Baca juga:  Dari 27 Kelurahan di Kota Pekalongan, Hanya Lima yang Tidak Terendam Banjir

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menjelaskan, tindakan ini sebagai respon pengaduan masyarakat yang mengeluhkan kondisi lalu lintas di Jalan Pelita II setiap hari Jumat. “Maka kami mengambil kebijakan untuk lakukan penertiban agar kepentingan umum warga di sana bisa dilindungi. Demikian juga pemkot memberi kesempatan para pedagang untuk tetap berjualan,” jelasnya.

Sehingga diputuskan sementara kebijakan penataan agar pasar tiban hanya berjualan satu sisi. Dan diharapkan dapat diterima sebagai jalan tengah, baik bagi warga masyarakat sekitar. Sebab, berbagai layanan sosial di jalan Pelita, seperti Rumah Sakit, sekolah untuk para pedagang pasar tiban sendiri semua bisa terlayani.

Budi menambahkan, hasil putusan ini sudah melalui musyawarah berbagai forum komunikasi di tingkat kota. “Ini sudah disosialisasikan, sejak akhir bulan lalu sudah dibentuk surat wali kota untuk penertiban pasar tiban yang tak lagi dua sisi,” tandasnya. (han/zal)

Baca juga:  Unikal Siap Komitmen Tangkal Covid

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya