Tidak Direstui Ortu Pacar, Sebar Video Mesum

620
PORNOGRAFI : Pelaku penyebar konten mesum saat dimintai keterangan di Mapolres Pekalongan Kota Kamis (5/12). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PORNOGRAFI : Pelaku penyebar konten mesum saat dimintai keterangan di Mapolres Pekalongan Kota Kamis (5/12). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Cara yang dilakukan Abraham Aldo, agar mendapat restu orang tua (Ortu) pacarnya, sungguh tidak patut dicontoh. Warga Pekalongan Utara itu, nekat menyebarkan gambar dan video mesum hasil hubungannya dengan sang pacar ke media sosial. Tidak hanya itu, pelaku juga mengirim konten porno tersebut kepada keluarga dan pihak sekolah si pacar.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, kronologis kejadian berawal pada Minggu (24/11) pukul 04.11. Teman orang tua korban mendapat kiriman pesan lewat Instagram dari account korban. Ternyata account tersebbut dalam kuasa pelaku. Isinya gambar mesum pelaku dan korban.

Kemudian orang tua korban mencoba mengklarifikasikan kepada korban. Dan hal tersebut dibenarkan.”Setelah mendengar pengakuan dari korban, orang tuanya langsung melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Pekalongan Kota. Dan langsung kami tindak lanjuti,” ucap kapolres Kamis (5/11).

Kemudian, Unit PPA Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota melakukan penyelidikan. Namun ada kendala. Pelaku sedang kerja di Bali. Setelah kerja sama dengan berbagai pihak, pelaku bisa diamankan ketika berada di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang pada 24 November 2019. “Pelaku dan barang bukti saat ini diamankan di Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI No. 17 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak dan Pasal 27 ayat (1) Undang Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No. 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman dipidana dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 lima belas tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Saat dimintai keterangan, Aldo mengaku sudah berhubungan sejak korban masih Sekolah Dasar (SD) dan dirinya Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Saya sudah 6 tahun berpacaran dengannya. Sehingga dengan sadar suka sama suka,” katanya.

Terkait konten mesum yang dia buat, video tersebut direkam di sebuah hotel di Kota Pekalongan. Namun beberapa konten lain seperti foto-foto dibuat di kostpelaku di Jalan DR Wahidin. “Saya bertujuan mengirim foto dan video kepada orang tua pacar saya agar kedua orang tuanya terpaksa merestui hubungan saya,” akunya.

Hal yang sama juga dilakukan dengan mengirim foto dan video ke guru di sekolahnya, dengan tujuan agar pacarnya dikeluarkan dari sekolah sehingga bisa bebas hidup berdua dengan pelaku.

Korban sendiri dari pengakuan Aldo, sempat dibawa kabur hampir 2 bulan. Diajak tinggal di sebuah tempat kos. Sehingga korban tidak sekolah maupun pulang ke rumahnya. Atas perbuatan, pelaku mengaku pasrah, dan siap menerima hukuman. (han/zal)