Bangun Wisata Pantai Terbesar di Indonesia

282
Saelany Machfudz. (Dok)
Saelany Machfudz. (Dok)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Upaya Pemerintah Kota Pekalongan mengembangkan sektor pariwisata mendapatkan angin segar dari Pemerintah Pusat. Rencananya pemerintah pusat akan memfasilitasi pembangunan wisata air yang diklaim teerbesar di Indonesia, di kawasan Pantai Pasir Kencana.

“Kami bersyukur jika kawasan Pantai Pasir Kencana akan dibangun pusat wisata air terbesar. Hal tersebut bisa mendatangkan banyak wisatawan untuk berkunjung di Kota Pekalongan,” tutur Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, saat Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan DED Kawasan Wisata Taman Wisata Laut Kota Pekalongan Rabu (4/12). FGD diadakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah, di Hotel Pesonna Kota Pekalongan.

Hadir dalam FGD, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja, seluruh OPD terkait Provinsi Jawa Tengah dan jajaran Pemerintah Kota Pekalongan.

Usai melihat konsep masterplan HM Saelany Machfudz, mengungkapkan rasa kagum dan bersyukur atas segera terwujudnya penataan wisata air tersebut. Sesuai janji Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Gagasan itu disampaikan saat meninjau pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob, beberapa waktu lalu.

Menurut Saelany, pembangunan wisata air yang dipusatkan di Pantai Pasir Kencana akan mulai dibangun 2020 dan selesai 2021. Anggaran pembangunan sepenuhnya dari APBN.

“Tentunya pembangunan areal wisata ini dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat. Khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara. DED ini akan kita pacu terus. InsyaAllah penataan bisa dimulai awal Januari 2020 dan diperkirakan selesai ada tahun 2021,” tegas Saelany.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja menjelaskan, usai survei di lapangan, titik penataan kawasan wisata laut tersebut diprioritaskan di Pantai Pasir Kencana dengan berbagai pertimbangan. “Dan akan bersinergi dengan kawasan pantai lain di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan isi desain di dalamnya nanti dalam lokasi tersebut akan dilengkapi dengan spot selfie, promenade, plaza, amphiteater, panggung budaya, kuliner, taman bunga, taman bermain, dan sebagainya.

Singgih menyebutkan, ada 4 titik yang akan disulap menjadi kawasan wisata laut yang saling bersinergi dengan ciri khas masing-masing. Seperti Pantai Pasir Kencana dengan ciri khasnya sebagai Pantai Batik bertemakan Artificial Tourism (Wisata Buatan). Pantai Sari akan menjadi Coastal Kuliner (Kuliner Pesisir Pantai). Selanjutnya Pantai Slamaran Indah sebagai Natural Tourism (Wisata Alami) dengan pohon cemaranya. Dan Wisata Pusat Informasi Mangrove sebagai Water Landscape (Mangrove).

FGD penyusunan DED ini untuk mencari masukan-masukan dari OPD. Kemudian akan disempurnakan kembali. Bulan Januari 2020 akan dilakukan lelang. “Pembangunan multiyears mudah-mudahan Maret tahun 2020 sudah bisa eksekusi di lapangan,” tandas Singgih. (han/zal)