Begini Modus Pencuri Kotak Amal Masjid

197
GELAR PERKARA:  Pencuri kotak amal masjid, saat dimintai keterangan oleh anggota Polres Pekalongan Kota, dalam gelar yang dipimpin Kapolres AKBP Egy Andrian Suez. (Lutfi Hanafi)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN  – Berdalih kehabisan bekal pulang setelah berziarah, Suwelo Giri, 35, warga Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, nekat menggasak dua kotak amal. Sasarannya Masjid Arrayan, Jalan KH Mansyur, Kecamatan Pekalongan Barat pada Kamis (7/11). Sekitar pukul 04.15 WIB.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengungkapkan, pelaku dengan mengendarai sepeda motornya tiba di Masjid Arrayyan. Setelah memarkir motornya di halaman masjid, tersangka duduk-duduk di teras masjid sambil menunggu para jemaah salat Subuh pulang.

Setelah masjid dalam keadaan sepi, tersangka masuk ke dalam dan langsung mengambil uang dari dalam kotak amal kecil yang terletak di shaff jemaah wanita. Uang tersebut diambil dengan cara merusak kunci kotak amal menggunakan obeng.

Setelah itu, tersangka keluar dan langsung mengambil uang yang berada di dalam kotak amal besar yang terletak di teras masjid. Caranya sama, yakni dengan merusak kunci kotak amal menggunakan obeng.

Tersangka tak mengira kalau gerak-geriknya itu sudah diawasi oleh marbot masjid setempat, melalui CCTV. Ketika hendak pergi meninggalkan masjid, tersangka langsung dihadang dan diamankan, kemudian diserahkan ke Polsek Pekalongan Barat.

“Menurut pengakuan marbot masjid, pelaku beberapa kalai datang ke masjid. Dan terakhir, keempat kalinya, pelaku nekat beraksi ketika mengira lokaai sudah aman,” jelas kapolres dalam gelar perkara Sabtu (24/11).

Saat diamnakan, dari tangan pelaku juga didapat barang bukti berupa uang tunai Rp 1.150.000, sebuah obeng, sebuah tas selempang, satu kotak amal ukuran besar dan satu kotak amal ukuran kecil, serta sepeda motor tersangka. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Saat dimintai keterangan, Suwelo mengaku nekat mencuri uang dari kotak amal karena tidak punya bekal untuk pulang ke Jakarta. “Saya bingung, tidak punya uang untuk pulang ke Jakarta. Akhirnya saya nekat. Ini baru pertama kali saya lakukan,” kata pria bergelar Sarjana Hukum Islam ini.

Alumni Universitas Darul Ulum Jombang ini, mengakui berada di Kota Pekalongan sejak dua hari sebelumnya untuk keperluan berziarah di Makam Sapuro, juga beberapa lokasi makam lain. (han/zal)