Sah! UMK Pekalongan Disepakati Rp 2.072.000

166
Foto Saelany
Foto Saelany

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan sepakat menaikan upah minimum kota (UMK) tahun 2020 sebesar Rp 2.072.000. Naik Rp 166.000 dari tahun 2019. Kesepakatan tersebut mencuat setelah diskusi panjang bersama berbagai elemen. Utamanya asosiasi pengusaha.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz mengatakan, angka tersebut muncul berdasar hasil pertimbangan. Mengambil jalan tengah dari tuntutan yang diminta Serikat Pekerja Nasional (SPN) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Dijelaskan, pengajuan berdasarkan PP Nomor 78 tentang Pengupahan. Sebenarnya sebesar Rp 2.069.000. Saat itu, SPN meminta Rp 2.075.000. Sementara Apindo Rp 2.070.000.
Dalam debat UMK tersebut, Saelany meminta pihak pengusaha mau meningkatkan kesejahteraan buruh. Apalagi selama ini Pemkot Pekalongan maupun secara pribadi tidak pernah meminta apapun dari pengusaha. Namun khusus ini, Saelany pengusaha menaikkan nilai. Hingga akhirnya disetujui Rp 2.072.000.

“Saat pengajuan terjadi perdebatan yang cukup berat. Karena keduanya bersikukuh dengan angka masing-masing. Akhirnya saya mengusulkan jalan tengah dengan angka Rp 2.072.000, serta meminta kepada pengusaha untuk memastikan angka itu disetujui bersama,” ungkap Saelany.

Hasil kesepakatan nilai tersebut selanjutnya diajukan ke Gubernur Jateng. “Mudah-mudahan untuk Kota Pekalongan sudah jelas. Harapannya dengan pengajuan angka ini berarti UMK Kota Pekalongan tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp166.000 dibandingkan UMK tahun 2019 yang sebesar Rp1.906.000,” pungkas Saelany. (han/zal)