alexametrics

Pembebasan Clear, Normalisasi Kali Loji Dimulai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Normalisasi Sungai Kupang atau yang dikenal dengan Kali Loji mulai dikerjakan Pemkot Pekalongan bekerja sama dengan Pusdataru Jateng. Menyusul adanya kesepakatan harga pembebasan lahan.

“Pemerintah telah menyiapkan dana anggaran pembebasan lahan pada tahap pertama ini sebesar Rp1,4 miliar dari APBD. Sedangkan, untuk ganti rugi bidang tanah, paling rendah Rp 240 ribu per meter dan dan paling tinggi Rp 460 ribu per meter,” terang Kepala Seksi Tata Ruang dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR, Achmad Damsuki Kamis (10/10).

Pertimbangan nilai ganti rugi tanah disesuaikan dari fungsi lahan itu sendiri. Apakah strategis, apakah memiliki nilai sejarah atau, menjadi pusat bisnis. “Tentunya disertai kelengkapan dokumen dan sertifikasi dari BPN maupun tim appraisal itu sendiri. Selanjutnya setelah beres, akan ditandatangani oleh Sekda Kota Pekalongan selaku ketua tim pengadaan tanah untuk pencairan dana,” jelas Damsuki.

Baca juga:  Tinggal Bebaskan 15 Bidang

Menurut Damsuki, ada 32 bidang tanah dan bangunan terdampak, 13 diantaranya tidak bersertifikat. Sementara dari keselurahan bidang tanah yang dibebaskan, sisa 6 bidang yang belum ditandatangani karena ada beberapa kelengkapan administrasi yang diperlukan belum terpenuhi.

“Sistemnya nanti setelah kesepakatan, yaitu pemberkasan. Lahan yang bersertifikat, pelepasan hak tanahnya melalui kepala BPN,  kalau yang tidak bersertifikat melalui lurah dan camat,  sehinga keabsahan tanahnya jelas,” imbuh Damsuki.

Lurah Krapyak, Edi Yulistyo mengungkapkan bahwa pada tahap I ini, penataan sempadan Kali Loji di wilayahnya dikerjakan sepanjang 500 meter dengan 32 bidang tanah dan bangunan yang terdampak.

“Sebagian besar pemilik lahan sudah menandatangani kesepakatan harga ganti rugi yang ditawarkan. Yang belum hanya kurang kelengkapan dokumen saja untuk keperluan ganti rugi,” ujar Edi.

Baca juga:  Gencarkan Razia Kos dan Penginapan

Dijelaskan Edi, penataan sempadan Kali Loji dilakukan sepanjang 1.500 meter secara multi years, yang ditargetkan pada 2023 mendatang. Dan pengerjaan fisiknya pun sudah dimulai hingga akhir 2019.

“Saat ini sudah mulai ada pemasangan sheet pile beton dari gang Mahakam di paling ujung Krapyak. Tahap pertama ada 500 bidang tanah yang dibebaskan, dan 200 meter pemasangan sheet pile. Alhamdulillah, baru tahap pertama, rob sedikit berkurang, padahal dulu jika banjir bisa sampai selutut orang dewasa,” kata Edi.

Ditambahkan Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Pekalongan, Sujimin, saat ini pihaknya sedang meninjau dan melakukan pemasangan sheet pile beton di sepanjang Kali Loji.

Baca juga:  Normalisasi Tunggu Pembebasan Lahan

“Mudah-mudahan pengerjaan proyek penataan sempadan Kali Loji ini bisa tahan lama,” tandas Sujimin. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya