Masalah Kesehatan masih Mengancam

144
CEK LAPANGAN: Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz saat bertemu langsung dengan warganya, untuk mengetahui kualitas kesehatan secara langsung, di Puskesmas Jenggot.(LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK LAPANGAN: Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz saat bertemu langsung dengan warganya, untuk mengetahui kualitas kesehatan secara langsung, di Puskesmas Jenggot.(LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta berinteraksi langsung dengan warga Kota Pekalongan di bidang kesehatan, Pemerintah setempat membuat Program Salam Sehat Wali Kota yang menyasar kepada puskesmas se-Kota Pekalongan.

“Adanya Salam Sehat Wali Kota Pekalongan ini agar Pemerintah Kota Pekalongan lebih dekat dengan masyarakat, berinteraksi secara langsung serta membahas permasalahan kesehatan yang ada di Kota Pekalongan,” katanya.

Pada program perdana kali ini Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz didampingi Asisten Administrasi, drg Agust Marhaendayana, Asisten Pembangunan, Erli Nufiati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, dan Kepala OPD lainnya di Puskesmas Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan.

“Bidang kesehatan juga menjadi prioritas Pemerintah Kota Pekalongan. Saat ini berbagai jenis penyakit menular dan penyakit tidak menular harus kita atasi, bahkan kita cegah agar tak merebak di Kota ini,” tegas Wali Kota.

Untuk itu, menurut Wali Kota, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus mulai digalakkan di seluruh elemen di masyarakat. Kepedulian terhadap kesehatan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, sehat harus dimulai dari perilaku setiap orang. Mari untuk berperilaku hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya.

Lebih lanjut Saelany menjelaskan, berbagai penyakit harus segera kita sikapi misalnya filariasis (kaki gajah), stunting, dan angka kematian bayi yang masih tinggi. Dan dia berharap angka penderita penyakit di Kota Pekalongan semakin menurun.“Untuk mendukung hal tersebut Salam Sehat Wali Kota Pekalongan ini rencananya akan digelar rutin dua kali tiap bulannya,” ujar Saelany.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto SKM MKes menyampaikan bahwa pelaksanaan program Salam Sehat Wali Kota ini dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.“Dengan adanya program ini diharapkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dapat terbangun,” tandas Budi.

Diterangkan Budi bahwa pihaknya ingin menggandeng masyarakat dan stakeholder terkait untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. (han/bas)