alexametrics

Uji Coba Satu Arah Bingungkan Pemotor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN –  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, mulai melakukan uji coba penerapan sistem satu arah di empat ruas jalan di wilayah Kelurahan Pringrejo dan Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat Senin (30/9). Rencananya uji coba tersebut berlaku sampai Kamis (3/10) mendatang.

Keempat ruas jalan tersebut yakni Jalan Supriyadi satu arah dari barat ke timur, Jalan Untung Suropati satu arah dari timur ke barat, Jalan Asem Binatur satu arah dari barat ke timur dan Jalan Pelita II satu arah dari timur ke barat.

Meski sistem satu arah tersebut hanya berlaku bagi kendaraan roda empat atau lebih,  namun sejumlah pengendara motor sempat bingung dan ragu-ragu melewatinya. Adapula yang kemudian memutar balik laju kendaraannya.

Baca juga:  Terdakwa Korupsi Retribusi Uji KIR Tetap Divonis Enam Tahun Penjara

Hal tersebut juga karena tidak adanya petugas Dishub di kawasan tersebut,  dan hanya terpasang rambu-rambu larangan kendaraan roda empat melintas.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono menyampaikan, selain upaya pemberlakuan sistem satu arah sebagai langkah jangka pendek,  juga disampaikan bahwa ke depan sebagai langkah jangka panjang,  pihaknya akan melakukan pelebaran jalan di beberapa ruas.

“Volume kendaraan yang terus bertambah,  sementara luas jalan minim, membuat keempat kawasan tersebut kerap ramai dan terjadi kemacetan. Terutama di  Jalan Pelita II  Buaran, di mana kawasan tersebut kerap menjadi tempat jual beli sehingga semakin mempersempit ruas jalan.  Padahal jalan tersebut satu-satunya akses menju Rumah Sakit Djunaid,” ujar Slamert.

Baca juga:  Dishub Kabupaten Magelang Petakan Blackspot, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Dalam rencana jangka panjang itu pula sempat disinggung pelebaran di ruas jalan dengan menggunakan lahan milik PT KAI.  Namun rencana tersebut masih dalam pembahasan forum Lalu Lintas dan Aangkutan Jalana (LLAJ)

Ditambahkan, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan  Restu Hidayat  mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi,  selama satu bulan sebelum masa percobaan sistem satu arah.  Pihaknya juga telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengarahkan kendaraan yang kerap melintas di kawasan tersebut.

“Pelaksanaan efektif sistem satu arah ini ditargetkan dua bulan.  Sebulan kita gunakan untuk sosialisasi dan dan sekarang sudah masuk dalam tahap uji coba.  Kami juga menerjunkan petugas kami untuk memberikan arahan serta mantau arus lalulintas dikawasan tersebut,” ujar Restu.

Baca juga:  ASN Dishub Semarang Ditahan karena Diduga Korupsi Retribusi Uji Kir Rp 1,65 M

Apabila selama uji coba tidak ada masalah,  makan rencana penerapan sistem satu arah tersebut bisa diteruskan dan diberlakukan sepenuhnya.

“Setelah tahap ini,  kami akan evaluasi sepenuhnya bagaimana penerapan sistem satu arah ini bisa menjadi solusi mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan tersebut.  Sambil kami membahas solusi jangka panjangnya,” imbuhnya.  (alf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya