Kenakan Batik Setiap Jumat Kliwon

229
KLIWONAN: Guru dan siswa SDN Keputran 6 wajib mengenakan batik setiap Jumat kliwon.(ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)
KLIWONAN: Guru dan siswa SDN Keputran 6 wajib mengenakan batik setiap Jumat kliwon.(ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Bel tanda masuk sekolah terdengar dari tepi jalanan di SDN Keputran 6, Kota Pekalongan. Tak seperti pelajar SD lainnya, hampir seluruh warga sekolah di SD tersebut mengenakan pakaian batik. Siswa dan guru laki-laki mengenakan sarung batik dan baju muslim, sedangkan siswa dan guru perempuan mengenakan kebaya dan gaun batik.

Siswa yang sebelumnya asyik bermain di sekitaran sekolah, langsung berbaris rapi di halaman, mendengar aba-aba dari guru untuk melakukan upacara dan doa bersama, disambung makan bersama nasi megono dengan seluruh warga sekolah, beralaskan daun pisang. Nampak keceriaan di wajah mereka, sebelum akhirnya masuk ke dalam kelas masing-masing mengikuti pelajaran.

Mewakili kepala SD Keputran 6 Kota Pekalongan, Urip Purwaningsih, menyampaikan bahwa pengenaan batik tersebut merupakan pakaian wajib bagi siswanya setiap Jumat kliwon. Selain itu, pemilihan batik juga untuk memperkenalkan budaya lokal kepada anak sedini mungkin.

“Penggunaan batik yang digagas oleh SD Keputran 6 ini untuk mencintai kearifan lokal khas Pekalongan. Sehingga setiap Jumat kliwon dimulai bulan ini,” ujar Urip, Jumat (27/9).

Penyampaian kebijakan ini telah disosialisasikan terlebih dahulu kepada para wali murid agar mereka paham betul tujuan dari pencanangan kebijakan bersarung batik setiap Jumat kliwon.
Menurut Urip, SD Keputran 6 sebagai salah satu sekolah berkarakter harus menyisipkan pengimplementasian Pendidikan yang bermuatan lokal dekat dengan masyarakat. Maka, pencanangan wajib bersarung batik di SD tersebut dirasa sangat tepat dilakukan untuk mendukung pengembangan mutu Pendidikan yang berkualitas.

Salah satu murid SDN Keputran 6, Gilang Satria Sembada, kelas 3 cukup senang ikut makan bersama dengan teman sebayanya. Dirinyapun antusias saat diperkenalkan batik lebih jauh.

“Senang sekali, bisa sekalian main, dan tadi dijelasin mengenai batik, jadi tahu,” ungkapnya,
Ditambahkan orangtuanya, Janing, mengaku sangat mengapresiasi dengan kebijakan bersarung batik setiap Jumat kliwon. Menurutnya hal tersebut bisa menambah nilai pengetahuan dan budaya bagi anaknya. (alf/zal)