alexametrics

Bekali Strategi untuk Ekspor Mandiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Pekalongan selama ini masih banyak yang menggunakan pihak ketiga dalam melakukan ekspor produk. Salah satunya faktornya, karena pelaku UKM masih minim pengetahuan mengenai aturan ekspor.

Sebagai upaya meningkatkan pendapatan melalui ekspor mandiri, sebanyak 30 pelaku UMKM unggulan dibekali pelatihan strategi ekspor oleh Balai Besar Pendidikan dan Pleatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan,  di Hotel Dafam Kota Pekalongan Senin (23/9).

Asisten Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Erlk Nufianti mengatakan bahwa banyak yang mengira bisnis UKM identik dengan usaha kecil dan masih belum pantas melakukan ekspor, padahal mereka memilik peran yang besar bagi perekonomian daerah.

Baca juga:  10 Bulan Latihan, Gisma Upgris Juarai Jakarta World Choir Festival

“Namun, untuk melakukan ekspor produk UKM perlu memiliki legalitas dan badan usaha, apalagi saat ini telah memasuki revolusi industry 4.0 yang dapat mempengaruhi cara hidup, cara bekerja dan berkomunikasi dengan orang lain dalam lingkup domestik maupun global,” ungkap Erli.

Menurut Erli, revolusi industry 4.0 ini akan bermanfaat secara signifikan dalam menaikkan angka produktivitas perekonomian daerah. Implementasi dari revolusi tersebut diyakini mampu meningkatkan ekspor produk lokal beberapa kali lipat.

“Selama ini komoditi ekspor Kota Pekalongan kebanyakan masih melalui pihak ketiga, sehingga hal ini akan menjadikan kurang optimalnya pendapatan para pelaku usaha. Kegiatan pelatihan ini tentu menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi bagi pelaku ekspor dan UKM untuk melakukan ekspor secara mandiri sesuai dengan regulasi yang ditetapkan,”  jelas Erli.

Baca juga:  Mau Usaha? Begini Cara Bikin Perseroan Perorangan

Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan Bambang Nurdiyatman menerangkan, tigapuluh pelaku UKM yang diundang dalam pelatihan ini merupakan para pelaku usaha di bidang makanan, minuman, batik dan craft yang merupakan produk unggulan daerah Kota Pekalongan.

Bambang menyebutkan, tahun ini Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan nilai ekspor Kota Pekalongan mencapai Rp 18,82 juta US Dolar dan diharapkan setiap tahun ada peningkatan nilai ekspor dari jumlah eksportir di Kota Pekalongan.

“Outputnya para pelaku UKM ini dapat melakukan ekspor mandiri ke luar negeri. Inginnya ke seluruh dunia seperti Amerika, German, dan negara maju lainnya. Mudah-mudahan bisa mencapai target, tahun 2018 targetnya sekitar 15,45 Juta dan Alhamdulillah realisasinya melampaui target di angka 19.6  Juta US Dolar,” tegas Bambang.

Baca juga:  3.188 Pedagang Sudah Mendaftar di Pasar Induk Wonosobo

Bambang mengungkapkan beberapa hambatan para pelaku UKM belum berani ekspor dikarenakan belum begitu memahami aturan dan persyaratan ekspor. Terlebih lagi persaingan industri saat ini begitu luas.

“Kami mendorong agar pelaku UMKM bisa kreatif sehingga memiliki produk ekspor yang beda dan berkualitas,” patandasnya. (alf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya