Berharap Perguruan Tinggi di Pekalongan Tampung Difabel

290
LAYAK ANAK : Kota Pekalongan deklarasikan predikat Kota Layak Anak tingkat Madya.(ALIEF MAULANA/RADARSEMARANG.ID)
LAYAK ANAK : Kota Pekalongan deklarasikan predikat Kota Layak Anak tingkat Madya.(ALIEF MAULANA/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Menerima predikat Kota Layak Anak tingkat Madya, sejumlah anak berkebutuhan khusus berharap dapat kemudahan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaiakan Anak-anak tuna rungu dari Sekolah Luar Biasa (SLB) PRI Kota Pekalongan, usai menghadiri resepsi penghargaan Kota Layak Anak sekaligus perayaan Hari Anak Nasional, di salah satu pusat perbelanjaan Kamis (12/9).

Yasmina Alia, 17, dari SLB PRI Kota Pekalongan dengan menggunakan bahasa isyarat dirinya mengatakan keinginannya untuk bisa melanjutakan pendidikan di perguruan tinggi.  Sebab, anak kelas 3 SMA tersebut merasa bahwa penerimaan perguran tinggi bagi anak disabilitas masih sangat minim.

“Yang saya tahu beberapa perguruan tinggi yang mau menerima anak disabilitas belum banyak, apalagi di Kota Pekalongan. Saya berharap sekali, perguran tinggi yang ada di Pekalongan bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” terang Yasmina.

Amalia Maliza, selaku guru pendamping menambahkan bahwa di beberapa kota besar saja terdapat perguruan tinggi yang menerima anak-anak disabilitas. Dirinya berharap di Kota Pekalongan ke depan mempermudah bagi anak disabilitas menuntut ilmu di perguruan tinggi.

“Saya ingin mutu pendidikan bagi anak disabilitas juga diperhatikan. Karena banyak dari mereka yang akhirnya tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan. Saya berharap ke depan, tidak ada pembatas antara disabilitas dan tidak, karena semua punya kekurangan dan kelebihan, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Amalia

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz berjanji akan meningkatkan hak dan kebutuhan seluruh anak-anak yang ada di Kota Pekalongan. Dirinya berharap, beberapa pihak untuk saling besinergi demi kepentingan masa depan bangsa.

“Semua anak-anak di Kota Pekalongan harus diapresiasi, harus dipenuhi hak dan kebutuhannya, agar mereka terampil dan menjadi anak yang pintar. Tentu tidak lepas dari campur tangan semua pihak agar saling besinergi. Oleh karenanya sebagai kota layak anak, upaya kami akan terus meningkatkan untuk masa depan mereka,” ujar Wali Kota.

Saelany pun menekankan, sebagai Kota layak anak tingkat Madya, dirinya berharap, Kota Pekalongan betul-betul layak dan dapat mempertahankan penghargaan tersebut. “Jadi stop kekerasan terhadap anak,  didik anak-anak kita agar menjadi anak yang benar dan pintar,” imbuhnya. (alf/zal)