Susun RPIK, Genjot Industri Lokal

537
FGD: Asisten II Setda Kota Pekalongan, bersama Disperinaker membuka FGD membahas rencana pembangunan industri kota.(ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID)
FGD: Asisten II Setda Kota Pekalongan, bersama Disperinaker membuka FGD membahas rencana pembangunan industri kota.(ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan tengah menyusun Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) 2019-2039. Langkah tersebut untuk menggenjot sektor industri dalam penguatan perekonomian yang nanti akan disahkan dalam rapat paripurna DPRD.

Asisten Pembangunan Setda Kota Pekalongan Sri Wahyuni mengatakan, RPIK tersebut harus selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Kebijakan Industri Nasional (KIN), serta memperhatikan potensi sumber daya industri daerah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah.

“Jangan sampai nanti saat kita membangun kawasan Industri ini, tidak mengindahkan lingkungan. Maka dari itu, melalui forum ini, baik dari pemerintah ataupun pelaku industri, sama-sama memberikan masukan untuk meningkatkan pembangunan industri daerah tetapi lingkungan kita tetap terjaga,” terangnya dalam Forum Group Discussion (FGD) Selasa (3/9).

Sri Wahyuni melanjutkan, berdasarkan data BPS tahun 2018, kontribusi sektor industri Kota Pekalongan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2013-2017) menyumbang lebih dari 21 persen, bahkan di tahun 2017 dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 8.044 pekerja atau 41,35 persen dari total pekerja yang ada.

“Penyusunan ini sebagai pedoman agar pembangunan industri lebih terarah, dengan memanfaatkan segala potensi yang ada dan saling berkesinambungan untuk menguatkan sektor perekonomian,” imbuhnya.

Kepala Disperinaker Kota Pekalongan Slamet Hariyadi menambahkan, tidak hanya pada sektor batik saja, ke depan Pemkot Pekalongan juga akan memacu potensi-potensi industri kreatif unggulan lainnya seperti industri olahan ikan, handycraft yang selama ini telah berkembang pesat.

“Untuk waktu mendatang Kota Pekalongan berencana mengembangkan kawasan industri maritim di Kelurahan Degayu, dengan luas 1.125 hektare. Kawasan industri tersebut untuk kegiatan industri menegah,” ujar Slamet.

Sementara itu upaya lainnya perkembangan industri daerah, pihaknya telah membantu para pelaku IKM dengan berbagai fasilitas seperti memfasilitasi hak merk paten, sertifikasi batik, dan pelatihan SDM industri agar tidak punah.

“Tidak menutup kemungkinan investor juga tertarik pada zona-zona baru pengembangan industri daerah. Tentu saja harapannya untuk berbagai aspek industri di Kota Pekalongan semakin berkembang,” harapnya. (alf/zal)