Fungsi Sungai Bremi Tak Optimal

575
KERJA BHAKTI: Warga bersama TNI,  Polri,  dan Pemkot Pekalongan membersihkan Sungai Bremi dari eceng gondok.(ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID)
KERJA BHAKTI: Warga bersama TNI,  Polri,  dan Pemkot Pekalongan membersihkan Sungai Bremi dari eceng gondok.(ALIEF MAULANA /RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN,  – Kondisi sungai di Kota Pekalongan sejak sepuluh tahun terakhir, cukup memprihatinkan. Banyak limbah sampah dan tanaman liar. Sehingga membuat fungsi sungai tidak bisa optimal.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan, jika masyarakat tak mengindahkan peringatan Perda yang kini bersifat lunak akan diterapkan.

“Perda larangan membuang sampah ke sungai dengan denda Rp 50 juta, dan kurungan satu bulan akan kami terapkan, jika masyarakat tak mengindahkan peringatan,” tegasnya di tengah kegiatan kerja bakti membersihkan Sungai Bremi, Kelurahan Pringrejo, Pekalongan Barat kemarin (30/8). Dirinya mengajak bersama sama bergerak menjaga lingkungan bersama.

Aliran Sungai Bremi tidak berfungsi optimal karena tertutup tanaman enceng gondok. Kondisi tersebut akan berdampak banjir ketika debit air meningkat, utamanya saat hujan. Sebagai antisipasi, pemkot bersama, Kodim 0710, jajaran Polres Pekalongan serta warga, gotong royong membersihkan aliran Sungai Bremi di titik Kelurahan Pringrejo, Pekalongan Barat.

Tiga truk sampah serta satu buah alat berat dikerahkan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.

Lurah Pringrejo  Muhammad Abidin mengatakan bahwa aliran sungai tidak lancar dikarenakan banyaknya enceng gondong,  dan kerab menimbulkan banjir pada musim hujan.

“Sungai yang tercemar limbah,  membuat tanaman eceng gondok subur di aliran Sungai Bremi.  Alhhamdulillah dengan semangat gotong royong warga dan pemerintah,  kita bisa bersama membersihkan sungai ini,” ujar Abidin Jumat (30/8).

Sementara itu Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, menuturkan, kegiatan bersih sungai sebagai bentuk sinergitas antara Pemerintah Kota Pekalongan, TNI/Polri dan seluruh komponen masyarakat di aliran sungai tersebut yang biasanya digunakan para warga sekitar untuk pengairan sawah.

“Enceng gondok ini cepat sekali tumbuhnya dan sangat mengganggu, maka dari itu kita bersihkan agar aliran sungai kembali lancar, apalagi menghadapi musim hujan nantinya,  pembersihan ini sebagai antisipasi bencana banjir,” terang Dandim Arfan. (alf/zal)