alexametrics

Dua Puluh Hari Ungkap Delapan Kasus Narkotika

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Jajaran Polres Pekalongan Kota berhasil  mengungkap delapan kasus narkotika dengan Sembilan tersangka, selama duapuluh hari operasi Antik 2019. Yakni empat kasus sabu, dua kasus ganja, dan dua kasus obat-obatan terlarang.

Tersangka yakni Ari Julian Utama, 34, nekat menanam ganja dalam pot di rumahnya, di Panjang Wetan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengatakan, terungkapnya kasus warga yang tanam ganja tersebut, bermula dari informasi warga yang resah karena pelaku diduga sering menjual ganja kepada beberapa orang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kamis (1/8) pukul 05.30, polisi mendatangi rumah tersangka. Petugas menemukan tanaman ganja setinggi 35 sentimeter jumlah daun 73 lembar, ditanam dalam pot di halaman samping rumah. Selain itu, didapati pula kertas alumunium foil, biji ranting ganja estimasi 4,02 gram dan sebuah telepon genggam.

Baca juga:  Banyak Warga Belum Patuhi Social Distancing

“Kita jerat dengan pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana 20 tahun dan denda Rp 10 miliar,” kata kapolres saat memberi keterangan pers di aula Mapolres setempat.

Tersangka lain, yakni Thomas Priyanto, 37, warga Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, yang terbukti membawa empat paket ganja dengan berat 15,11 gram. Berikutnya,  Pawang Kindangin, 29, warga Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, dibekuk saat membawa sabu seberat 1,04 gram. Moh Ikhsan, 38, warga Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, membawa tiga paket sabu seberat 1,78 gram. M Taufiq, 40, warga Kergon Kecamatan Pekalongan Barat, membawa tujuh paket sabu seberat 2,11 gram.

Baca juga:  Geng Perompak Original Dibekuk, Dua Masih Buron

Petugas juga membekuk Aditia Verry, 33, warga Medono Pekalongan dan Ikbaliak, 23, warga Pekalongan Timur yang berstatus residivis. Mereka melakukan transaksi di Jalan Binagriya Raya Kelurahan Medono. Hasil penyergapan polisi menemukan sabu seberat 0,5 gram.

Selain ganja dan sabu, lanjut kapolres, hasil operasi ditemukan pula jenis obat-obatan terlarang dari tersangka Guntur Galista, 20, warga Proyonanggan Utara, Kecamatan Batang, yang terbukti membawa empat butir alprazolam.

Kemudian Muchammad Tachlis, 26, warga Karang Jompo, Kecamatan Tirto, didapati membawa empat butir Alprazolan. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika,  dengan ancaman 5 tahun.

“Jadi total keseluruhan hasil operasi Antik 2019, Polres Pekalongan Kota berhasil ungkap kasus sabu-sabu sebanyak 4 kasus dengan jumlah barang bukti 5,43 gram, ganja 2 kasus dengan barang bukti 21,28 gram dan alprazolam 2 kasus dengan barang bukti 8 butir,” pungkasnya. (alf/zal)

Baca juga:  Masalah Kesehatan masih Mengancam

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya