alexametrics

SMAN 4 Dinobatkan Sekolah Ramah Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – SMAN 4 Kota Pekalongan dinobatkan sebagai sekolah ramah anak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Demi menjaga komitmen dalam pelayanan pendidikan ramah anak, Senin (26/8) kemarin, dilakukan deklarasi yang diikuti seluruh pihak, termasuk Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz.
Saelany Machfudz menyampaikan bahwa sekolah ramah anak merupakan salah satu upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam sekolah melalui berbagai penerapan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dengan prinsip utama non diskriminasi.

“Tentu saja pemkot sangat mendukung, apresiasi sekali dengan adanya SMA yang pertama kali di Kota Pekalongan sebagai sekolah ramah anak oleh Kemendikbud RI. Persyaratan sudah mendukung termasuk lingkungan, pembelajaran, sarana dan prasarana dan bagaimana anak-anak ada jaminan merasa aman, nyaman, dan tenteram saat menerima pendidikan di sekolah,” ungkap Saelany.

Baca juga:  Beri Anak Ruang untuk Diskusi

Menurut Saelany, SMAN 4 Kota Pekalongan merupakan salah satu sekolah terbaik yang telah mengharumkan nama Kota Pekalongan atas prestasi yang telah diraih. Sekolah tersebut juga menyandang sekolah iklusi, sekolah rujukan bagi para pelajar Papua, dan akan maju mewakili Kota Pekalongan dalam pelaksanaan Sekolah Adiwiyata di tingkat nasional, sekolah antinarkoba serta sekolah penguatan pendidikan karakter.

Ditambahkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Anak (DPMPPA), Eki Moerjani Dyah Trikora, kriteria yang dipenuhi untuk menjadi sekolah ramah anak diantaranya praktik pembelajaran harus betul-betul ramah anak, di mana pendidik tidak lagi menghukum namun lebih kepada disiplin positif, tidak ada praktik bullying, sarana dan prasarana pendukung.

Baca juga:  Himpaudi Ajari Pendidik Jadi Konten Kreator

“Ketika disiplin positif itu diterapkan, bagaimana membuat kurikulum, kami akan mantau dan monitoring apakah betul tidak ada lagi anak ejek-ejekan, anak berani dengan guru, anak berani dengan orang tua, guru merasa berkedudukan tinggi, dan sebagainya,” jelas Eki.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Kota Pekalongan, Yulianto Nurul Furqon memaparkan, sekolahnya menjadi pioner SMA yang berani melaksanakan komitmen sekolah ramah anak di Kota Pekalongan.

“Kami ditunjuk oleh Kemendikbud dan atas support pemkot, bahwa SMAN 4 layak sebagai model sekolah ramah anak. Kami sejak awal sudah membangun komitmen tidak membedakan apapun, sehingga anak-anak bisa aman, nyaman , terayomi disini, tidak ada bullying, anak-anak berharap mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang sama serta terjamin perlindungannya,” ucap Yuli.

Baca juga:  Digerebek Satpol, Sembunyi di Lemari

Ungkapan rasa aman dan nyaman ini sebagaimana dirasakan salah satu pelajar asal Sorong, Alberto Engel Tipinbu. Putra Papua yang saat ini sedang menempuh studi di SMAN 4 Pekalongan, ini juga menyampaikan rasa syukurnya selama bersekolah di Kota Pekalongan merasa aman dan nyaman.

“Saya sangat merasa senang bisa belajar di Kota Pekalongan, fasilitas di sini memadai, guru-guru ramah kepada semua siswa, kami anak Papua juga merasa aman didukung dengan lingkungan teman-teman yang baik, bisa berbaur akrab sehingga kami bisa menerima pelajaran dengan baik dan nyaman berteman tanpa ada perbedaan,” tegas Alberto. (alf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya