alexametrics

Membahayakan, PKL Interchange Ditertibkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL)  yang berada di sepanjang jalur Interchange Setono Kota Pekalongan, diberi peringatan untuk segera membongkar lapaknya masing-masing.  Pasalnya bangunan semi permanen tersebut dinilai cukup membahanyakan pengguna jalan lainnya yang melintas, karena didirikan ditepi jalan jalur lambat yang belum sepenuhnya selesai.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Heru Sukamto, mengatakan selain membahayakan, adanya bangunan liar disepanjang interchange dikhawatirkan menimbulkan pangkalan liar para supir truk yang mengganggu arus lalu lintas.

“Sudah jelas sekali kalau jalur Interchange Setono ini tidak diperkenankan untuk pedagang membuat warung.  Karena membahyakanengingat banyak kendaraan berkedara menggunakan kecepatan cukup tinggi.  Bahkan kami sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan langsung,” jelas Heru.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Kembali Salurkan 825 Paket Bansos

Satpol PP,  beserta Dinhub dan DPUPR telah membahas persoalan tersebut dan memutuskan untuk menertibkan para pedagang karena telah melanggar Peraturan Daerah No 5 Tahun 2013 tentang ketertiban umum.

“Ada 13 pedagang yang kita beri peringatan karena telah mendirikan bangunan semi permanen di atas lahan milik pemerintah.  Kami masih mentoleransi mereka agar membongkar sendiri bangunannya.  Apabila para pedagang mengabaikan peringatan yang diberikan maka,  terpaksa akan kami bingkar paksa,” imbuh Heru.

Sementara salah satu pedagang setempat,  Nurudin 64 tahun  mengatakan,  dirinya baru berjualan kurang lebih selama seminggu di lokasi interchange. Nurudin mengaku, bahwa lokasi interchange cukup ramai sehingga menjadi peluang bagi dirinya untuk berjualan. “Yang lain pada jualan ya saya ikut jualan.  Lokasi sini kan ramai,  jadi apa salahnya berjualan.  Saya kira,  disini akan ada banyak pembeli di warung saya nantinya,” ujar Nurudin.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Lapak Liar di Interchange Setono

Nurudin mengaku,  dirinya tidak tahu menau jika warung yang dia dirikan tersebut telah melanggar peraturan.  Oleh karenanya Nurudin berniat akan membongkar lapaknya sendiri jika temannya yang lain juga membongkar.  “Saya kira dipinghir jalan sini tidak masalah,  ternyata tidak boleh.  Ya gak tau nanti,  ikut yang lain saja.  Kalau di bongkar ya saya ikut bongkar,” imbuhnya.  (alf/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya