alexametrics

Pastikan Lokasi Pasar Banjarsari Tak Berubah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – DPRD Kota Pekalongan sepakat untuk mengunci anggaran pembangunan Pasar Banjarsari yang telah disetujui untuk pembanguan selama tahun 2019. Dana yang telah dialokasikan tersebut sementara waktu tidak bisa digunakan hingga Pemkot Pekalongan menyelesaikan permasalahan dengan PT DISC sebagai pihak ketiga dan membangun Pasar Banjarsari di lokasi yang sama.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balqis Diab usai melaksanakan Rapat Paripurna, Jumat (2/8). Balqis menyampaikan bahwa penyelesaian dengan pihak ketiga harus menjadi prioritas Pemkot Pekalongan, pasalnya lokasi Pasar Banjarsari yang berada di Jalan Sultan Agung, Pekalongan Timur, punya nilai sejarah dan ruh bagi para pedagang.

“Kondisinya memang saat ini memprihatinkan. Walaupun DPRD telah menyetujui anggaran yang dimulai pada 2019, namun sampai saat ini belum ada aksi dari Pemkot.  Maka dari itu anggaran yang telah ditetapkan tetap dipasang dan tidak digunakan selain digunakan untuk membangun pasar Banjarsari di lokasi yang sama,” ujar Balqis.

Baca juga:  Pembongkaran Bekas Pasar Banjarsari Pekalongan Terkendala Sengketa

Adapun dana anggaran yang telah diprioritaskan dan disetujui oleh DPRD Kota Pekalongan untuk pembangunan Pasar Banjarsari adalah Rp 46 miliar, dengan rincian Rp 11 miliar dari dana APBD,  Rp 10 miliar dari dana bantuan Pemprov Jateng dan Rp 25 miliar dari APBD Perubahan 2019.

“Pasar Banjarsari merupakan ikon ekonomi kota Pekalongan sejak zaman belanda dimana sebelumnya merupakan Pasar Sentiling hingga menjadi Basar Banjarsari. Sehingga karena ini bangunan dari sejarah maka kami harap ini menajadi heritage di Kota Pekalongan dan diharapakan bisa meningkatkan perekonomian,” terangnya.

Balqis lalu menambhakan dengan adanya pasar darurat yakini di Sorogenen dan Patiunus sebagai temlat relokasi pedagang sementara, membuat adanya permasalahan baru yakini sampah.  Dikatakan Balqis, kondisi pasar darurat yang penuh sampah tersebut, kemudian menjadi keluahan warga yang berada disekitar lokasi pasar.

Baca juga:  Bantuan Sembako Tetap Dilanjutkan

“Permasalahan sampah ini tentu harus diperhatikan juga oleh Pemkot, karena semakin hari sampah menumpuk dan meresahkan. Maka DPRD meminta kepada DLH dan Dinperindakop-UKM untuk melakuakan sinergi dan koordinasi dalam melakukan penanganan sampah,” imbuhnya. (alf/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya