alexametrics

Latih Anggota PKK Daur Ulang Limbah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Kain perca merupakan sisa potongan kain yang sepintas tidak bermanfaat dan kerap berakhir di pembuangan. Padahal, apabila diolah dengan baik, kain perca bisa dimanfaatkan menjadi beragam barang-barang kerajinan yang tentunya bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Hal tersebut dimanfaatkan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan, dengan melatih ibu-ibu PKK tingkat kecamatan dan kelurahan mendaur ulang kain perca menjadi bergam aksesoris fashion yang tidak kalah cantik.

Disampaikan Ketua TP PKK,  Khusnul Khotimah, bahwa kegiatan yang mengusung tema Recycle Green Dress tersebut ingin mengelola limbah,  khususnya kain perca bisa dimanfaatkan dengan baik.  Selain sebagai kampanye mengurangi sampah.  Pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ibu-ibu PKK.

Baca juga:  Padukan Kebaya Budaya Bali dan Jawa

“Nantinya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan fashion show produk daur ulang dalam pameran kreativitas dan inovasi 2019 mendatang,” tutur Khusnul.

Ketua Pokja program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga TP PKK Kota Pekalongan, Nur Saimah, menambahkan, Kota Pekalongan yang menjadi central industri batik, tentu banyak menghasilkan banyak kain perca.

“Saat ini kita juga mengalami darurat sampah.  TPA Degayu kita juga sudah overload. Nah dengan memanfaatkan kain perca ini,  setidaknya bisa mengurangi sampah yang masuk.  Sehingga terdapat misi sosialnya,” terang Saimah.

Tidak hanya kain perca saja., beberapa limbah sampah lainnya seperti botol dan plastik juga dimanfaatkan menjadi beragam aksesoris.  Bahkan dikatakan Saimah,  beberapa kelompok PKK bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pemanfaatan sampah daur ulang.

Baca juga:  Fashion Show Virtual Libatkan 11 Brand Lokal Semarang

“Kain perca ini bisa dibuat menjadi macam-macam,  seperti pakaian,  aksesoris dan hiasan lainnya.  Bisa dipadupadankan dengan botol bekas atau lainnya sehingga tampilannya lebih menarik,  dan bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga,” imbuh Saimah.

Nantinya hasil dari pelatihan tersebut akan dilombakan dalam fashion show di acara Pameran Kreativitas dan Inovasi 2019 pada tanggal 5 hingga 8 September.  (alf/zal)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya