alexametrics

Suami Siram Istri dan Mertua dengan Air Keras

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Ruslam, 32, warga Pandanarum, Tirto, Kabupaten Pekalongan, tega menyiramkan air keras kepada istri dan ibu mertuanya. Aksi penyiraman tersebut didasari karena tersangka enggan bercerai dengan sang istri.

Disampaikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi, kejadian tersebut dilakukan usai keduanya melakukan mediasi di KUA pada 18 Juni 2018 lalu.

“Setelah mediasi, tersangka mendatangi rumah istrinya dan melihat sang istri sedang berbicara dengan ibunya. Tersangka yang kesal karena istrinya kekeh ingin bercerai, kemudian mengambil air keras yang dia beli di toko batik. Tanpa pikir panjang, tersangka menyiramkan air keras tersebut sebanyak dua kali ke wajah istrinya, dan satu kali siram kepada ibu mertuanya,” terang Kapolres.

Baca juga:  Wali Kota Pekalongan Mengapresiasi Gerakan Peduli Yatim

Setelah disiram, istri tersangka lari untuk membasuh mukanya, sementara sang ibu mertua yang usianya cukup tua langsung jatuh terguling karena luka bakar. Akibat penyiraman tersebut, sang istri Eka Puji Rahayu dan ibu mertua, Khoyimah mengalami luka melepuh di bagian wajah dan lengannya.

“Setelah menyiram korban, tersangka sempat melarikan diri ke Jakarta selama satu minggu, kemudian ke Balikpapan sekitar dua minggu, dan kembali lagi ke Jakarta selama 10 hari, untuk mencari pekerjan. Dan tersangka berhasil ditangkap di Jakarta,” terang kapolres.
Berdasar keterangan, sang istri menggugat cerai karena tersangka tidak memiliki pekerjaan yang jalas, serta sempat juga tersandung kasus pencurian sepeda motor. Sementara sang isti bekerja sebagai TKI selama 4 tahun.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Bersih Bersih Bareng Masyarakat

“Saat istrinya di luar negeri, tersangka sempat terkena kasus curanmor dan ditahan, istrinya juga tahu masalah itu. Kemudian 4 tahun selesai sebagai TKI, istrinya kembali dan ingin bercerai dengan alasan tersangka tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Namun tersangka menolak dan meminta istrinya tidak menggugat cerai,” imbuh Kapolres.

Sementara itu dari keterangan tersangka, dirinya memang sengaja menyiapkan air keras yang dia beli di toko batik seminggu sebelum tersangka melakukan penyiraman. Tersangka mengaku kesal dan cemburu ketia melihat istri sedang menelepon di teras rumah mertuanya.
“Saya kesal dan cemburu saat melihat teleponan di teras. Saya sudah berulang kali meminta untuk tidak cerai, tetapi dia meminta cerai. Jadi saya segaja membeli air keras yang saya tuang di sebuah kaleng bekas kemudian saya siramkan ke istri saya,” ujar tersangka.

Baca juga:  Satgas Covid Semprot Kota Pekalongan

Atas kasus tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 1, undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan rumah tangga. Dengan hukuman pidana 10 tahun dan denda Rp 30 juta. (alf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya