Langgar Lalu Lintas, Mahasiswa Asal Jogjakarta Nekat Rampas Senpi Polisi di Kawasan Borobudur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Aksi merampas senjata api (senpi) organik milik anggota Satlantas Polresta Magelang, yang dilakukan JP, 30, warga Bumijo Kulon, Jogjakarta berujung pidana.

JP yang berstatus mahasiswa di salah satu universitas di Jogjakarta ini ditetapkan sebagai tersangka. Dan dikenai pasal 365 KUHP dan atau 362 KUHP jo 212 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

“Saat ini tersangka JP sudah resmi kita tahan untuk penyidikan lebih lanjut, beserta barang bukti yang juga sudah kita amankan,” ungkap Plt. Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (21/11), di Ruang Media Center Polresta Magelang.

Barang bukti yang diamankan adalah senpi revolver S&W 4 dengan nomor seri AUW 5537 beserta empat peluru dan satu selongsong. Kemudian mobil Toyota Limo warna merah dengan no polisi AB 1582 YT.

Baca juga:  Makam Sidogemah yang Terdampak Tol Semarang-Demak Menyisakan Sejumlah Cerita Misteri

Sajarod menjelaskan, peristiwa terjadi pada Jumat (18/11) pukul 08.30, dengan di pinggir jalan Jendral Sudirman, Borobudur. Awalnya tersangka JP bersama temannya HRS mengendarai mobil dari arah Jalan Medang Kamulan melanggar verboden di Jalan Pramudyawardani arah Pasar Borobudur.

Melihat ada mobil yang melawan arus lalu lintas di Jalan Pramudyawardani, dua anggota Satlantas Polresta Magelang yang sedang bertugas di Pos Lantas Borobudur menghentikannya.

Dua anggota Satlantas Polresta Magelang tersebut yakni, Aiptu Tri Wahyu bersama Aipda Sagung Priyono. Namun, tersangka JP menyuruh HRS untuk terus melaju tidak memperdulikan perintah polisi.

“Mobil nekat melanggar dan tetap menancap gas dengan kecepatan cukup tinggi. Bahkan sempat hampir menabrak pejalan kaki. Lantas, petugas kami mengejar mereka,” terang Sajarod.

Baca juga:  Jaga Tradisi, Ratusan Warga Mbirusari Ramaikan Sedekah Laut

Salah satu anggota berhasil menghentikan kendaraan tersebut. Sedan berwarna merah itu berhenti, karena ada truk yang berhenti di Jalan Syailendra Raya tepatnya di depan SMK Muhammadiyah Borobudur.

Tidak disangka ketika petugas sedang meminta pengemudi dan penumpang mobil untuk keluar, JP yang duduk di kursi penumpang mendadak mengambil senpi milik Aipda Sagung Priyono.

“Pelaku sempat menodongkan ke petugas dan menembakkan pistol tersebut sebanyak satu kali ke bawah mengenai aspal jalan. Beruntung, tembakan pistol tersebut tidak mengenai orang yang ada di sekitarnya,” ujar Sajarod.

Pelaku dapat dilumpuhkan, setelah ada bantuan dari anggota intel Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta, Letda (Arm) Muh Amin yang berada di dekat lokasi. Letda Amin langsung meringkus tersangka dari belakang dan Aipda Sagung Priyono mengambil alih pistol yang sempat dipegang JP.

Baca juga:  Dua Kali PPKM Tak Mempan, Terapkan Denda hingga Rp 50 Juta

JP mengaku berani mengambil senpi milik petugas, karena merasa panik. “Saya waktu itu panik, dan kemarin itu baru pertama kali berurusan dengan polisi,” ujarnya.

Ia menerobos rambu dan tidak mengindahkan instruksi petugas, karena bersama temannya terburu-buru ke bandara untuk terbang ke NTT. Apalagi saat dihadang polisi, ia panik. (rfk/lis)

Reporter:
Rofik


Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya