Pedagang Eceran STA Diminta Pindah ke Pasar Induk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Mayoritas pedagang Pasar Induk Kaliangkrik meminta pedagang eceran di Sub Terminal Agribisnis (STA) Kaliangkrik untuk segera menempati kios Pasar Induk Kaliangkrik.

Seperti yang diberitakan Jawa Pos Radar Semarang sebelumnya, para pedagang Pasar Induk Kaliangkrik melayangkan petisi ke Dinas Perdagangan Kabupaten Magelang. Petisi berisi beberapa tuntutan. Salah satunya penertiban aktivitas perdagangan di STA yang lokasinya tak jauh dari Pasar Induk.

Dalam petisi tersebut disebutkan, seharusnya STA menjadi tempat grosir sayur. Namun, dijadikan pasar pengecer tradisional yang juga menjual kebutuhan pokok. Sehingga aktivitas jual beli lebih terkonsentrasi di STA. Selain tidak berfungsi sebagaimana mestinya, Pasar Induk Kaliangkrik yang baru dan megah itu sepi.

Baca juga:  Donasikan 650 Kg Telur untuk Tenaga Kesehatan

Hari pasaran pada setiap Pon dan Legi. Durasi hari pasaran Pasar Induk Kaliangkrik mulai pagi hingga sore. Sedangkan STA yang seharusnya ditutup pukul 07.00, durasi pasaran dimulai dari siang sebelum hari pasaran hingga malam pasaran dilanjutkan lagi di hari pasaran Pon dan Legi.

“Seharusnya penjual eceran pindah ke Pasar Induk Kaliangkrik semua. Selain itu yang kita soroti juga durasi pasaran STA yang lebih panjang dari Pasar Induk,” kata Bagus Cahono kepada Jawa Pos Radar Magelang saat didatangi ke kiosnya, Senin (15/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang aktivitas pasar Induk Kaliangkrik lesu. Wartawan koran ini menyambangi sejumlah pedagang mulai dari lantai satu hingga tiga. Semakin ke lantai atas perdagangan semakin sepi.

Baca juga:  Proyek KSPN Borobudur Diharapkan Dongkrak Potensi Desa

Salah seorang penjual ketupat Pasar Induk Kaliangkrik Mursahid, 57, mengatakan selama pedagang eceran masih terkonsentrasi di STA, Pasar Induk akan tetap sepi. Sebab mereka sudah telanjur nyaman. “Apalagi ketika masyarakat belanja sayur dan dilokasi juga ada kebutuhan pokok lainnya tentu saja sekalian beli. Nggak mau ke Pasar Induk,” ujarnya.

Sementara salah satu penjual warteg Sri, 37, juga mengeluh karena omzetnya berkurang. Ia berharap pedagang grosir di STA pindah ke kios Pasar Induk yang sudah disediakan.

Bagus Cahono menambahkan, sempat ada beberapa pedagang yang pindah dari STA ke Pasar Induk. Namun karena sepi kembali lagi ke STA. Maka, mewakili pedagang ia meminta Dinas Perdagangan untuk membantu menertibkan sesuai regulasi. “Otoritas kewenangan merelokasi pedagang eceran di pasar sayur (STA) ke Pasar Induk ada di tangan dinas,” pungkasnya. (mia/lis)

Baca juga:  Tanah Bergerak, Delapan Rumah Rusak, 215 Jiwa Mengungsi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya