Warga Diminta Teliti Hasil Inventarisasi Proyek Jalan Tol Jogjakarta-Bawen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Sebanyak 410 orang warga Desa Bligo, Kabupaten Magelang yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogjakarta-Bawen, Senin (8/8) mendapatkan hasil pengumuman inventarisasi dan identifikasi.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang Dwi Agus Purwanto mengatakan pada proses pengumuman hasil ini, pihaknya memberikan waktu 14 kepada warga jika ada yang merasa hasil pengukuran ada kesalahan.

“Nanti kita masih menunggu 14 hari, apakah data yang diumumkan itu ada komplain tidak. Maksudnya, mungkin ada tanah yang namanya belum terdata. Kami beri kesempatan kepada masyarakat untuk menengok data itu. Misalnya luas tanah di sertifikat dengan hasil pengukuran berbeda, atau di atasnya ada pohon mangga 10 batang, ternyata baru terhitung 8 batang,” jelasnya.

Baca juga:  Perpustakaan Dusun Pertama Diresmikan

Sementara itu, Kepala Desa Bligo Sukiyanto berharap kepada warganya agar bisa mencermati hasil pengukuran dan pendataan lainnya agar kelak tidak menimbulkan masalah. Jika sudah tidak permasalahan dan sudah sesuai, bisa segera disetujui. “Karena nanti jika terlalu berlarut-larut bisa mempengaruhi tahap berikutnya. Saya berharap semuanya lancar, dan bisa cepat segera terselesaikan,” harapnya.

Ia menjelaskan ada 410 bidang di Desa Bligo yang terkena dampak pembangunan jalan tol. Termasuk aset irigasi, jalan dan sebagainya. Sukiyanto menambahkan untuk aset milik pemerintah desa juga ada yang terkena. Tanah kas desa (TKD) yang terdampak sekitar 3 hektare seperempat dari TKD tanah bengkok.

“Kami masih menunggu regulasinya ini seperti apa. Yang jelas kami akan melaksanakan dan mengikuti aturan dari pemerintah,” jelasnya.

Baca juga:  Sulap Paralon Bekas Jadi Lampu Hias

Sukiyanto mengatakan, di Desa Bligo tidak ada fasilitas umum seperti musala, makam, dan sebagainya yang terkena proyek ini. Mayoritas persawahan, dan hanya sedikit tanah daratan. Sedangkan rumah hanya ada tiga tempat.

Rohmat, warga Bligo Gagan mengaku hasil pengukuran tanahnya sudah sesuai dengan sertifikat. Luas tanah yang terkena 855 meter. “Dari hasil pengukuran milik saya, selain luas tanah ada juga tanggul yang saya buat juga diukur fondasinya sesuai dengan yang ada,” jelasnya.

Rohmat mengaku pengukuran ini sangat akurat. Karena saat dilihat, petugas pengukuran jalan tol menggunakan satelit jadi lebih akurat. Ia berharap penetapan harga ganti untung mendapatkan yang terbaik. “Kita referensi dari DIY saja, plus minusnya kemungkinan tidak terlalu jauh. Jadi kita berharap yang terbaik saja,” harapnya. (rfk/lis)

Baca juga:  Anak-Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Borobudur

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya