Gunung Giyanti Mencoba Bangkit dari Serangan Babi Hutan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Usai peristiwa serangan babi hutan beberapa waktu lalu, Gunung Giyanti kehilangan ratusan pengunjung. Mereka takut kegiatan alam di Giyanti akan terganggu dan berdampak negatif bagi kunjungan wisatawan. Geliat pariwisata mulai dibangkitkan kembali melalui gelar budaya di basecamp pendakian Gunung Giyanti.

Kepala Desa Balesari Siswanto mengungkapkan, Giyanti harus bangkit dari stereotip masyarakat yang menganggap sebagai daerah rawan serangan babi hutan. Melalui kegiatan itu, ia menegaskan bahwa daerah Gunung Giyanti aman. “Melalui kegiatan ini kita kenalkan kepada masyarakat bahwa di Giyanti serangan babi hutan itu tidak ada,” ucapnya saat acara Gelar Budaya Giyanti (Gebug #1) Minggu (7/8).

Selain itu, Giyanti juga mencoba memperkenalkan produk lokal Windusari seperti kopi. Gelar budaya ini juga digelar untuk mengangkat kesenian lokal Desa Balesari, yakni kesenian topeng ireng.

Baca juga:  Naik VW dan Jeep di Kawasan Borobudur dan Telomoyo Gratis hingga Desember

Dengan diselenggarakannya acara ini, Siswanto berharap, pendakian Gunung Giyanti kembali ramai. Sehingga, perekonomian di sekitarnya bisa kembali bergeliat. “Akan ada perluasan lapangan dan parkir. Supaya bisa memuat rombongan yang membawa bus,” jelasnya. (mg8/mia/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya