alexametrics

Museum Marmer Tampilkan Batuan Purba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pengembangan wisata marmer di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang terus dilakukan. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah konservasi potensi marmer di wilayah Menoreh. Sehingga, BUMDes Ngargoretno mengalihfungsikan potensi tambang itu menjadi objek eduwisata Museum Marmer Indonesia.

Pengelola Museum Marmer Indonesia Soim menilai langkah ini menjadi terobosan pelestarian lingkungan dari terkikisnya Bukit Menoreh dari aktivitas pertambangan. Sebab, posisi marmer di bawah jika dilakukan penambangan secara terus menerus dapat membahayakan desa di atasnya. Potensi alam Desa Ngargoretno berupa batuan purba. Di antaranya batu marmer, kalsit, batu oker, dan batu fosfat. “Sehingga dapat dijadikan wisata edukasi geologi batu purba Menoreh,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang Selasa (5/7).

Baca juga:  Dorong Perda Kawasan Tanpa Rokok

Soim menambahkan, potensi batuan marmer alami mencapai 27 hektare. Taman Marmer ini telah digarap tiga minggu yang lalu sebelum akhirnya diresmikan hari ini. “Sementara ini masih berbentuk paket wisata dan proses ticketing. Menunggu peraturan dari desa,” tuturnya.

Kepala Desa Ngargoretno Dodik Suseno mengungkapkan muara pengembangan destinasi wisata marmer berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga ditargetkan untuk paket eduwisata kepada pelajar. “Akan dilakukan penataan yang lebih bagus. Kolam dan berbagai fasilitas lain. Marmer akan kita poles dengan warna yang variatif,” ucapnya.

Destinasi wisata ini, kata dia, juga membangkitkan geliat UMKM desa. Mulai dari edukasi susu kambing, lebah madu, produk pertanian (kopi, gula aren, teh). “Kopi yang dihasilkan di antaranya kopi robusta, arabika, dan kopi liar,” imbuhnya. (mg6/mg7/mia/ton) 

Baca juga:  Kelompok Jasa keamanan dan Parkir Pasar Kaliangkrik Geruduk Setda Lagi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya