alexametrics

Minat Kurban Kambing Lebih Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan sapi kurban menurun. Masyarakat lebih memilih kambing untuk dijadikan kurban. Mengingat rentan terkena PMK. Pedagang pun mencari aman memilih kambing kurban.

Pedagang hewan kurban, Haji Nur Fuad mengatakan, banyak yang memilih kambing untuk dijadikan kurban. “Memang harga sapi itu tinggi. Untungnya juga lumayan. Tapi kalau kondisinya seperti ini, saya menghindari,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang di kios kurban Al-Kautsar 1 Jalan Mertoyudan-Bandongan, Pakelan, Kabupaten Magelang, kemarin (28/6).

Selama puluhan tahun menjual hewan kurban setiap Idul Adha, baru kali ini ia menghindari penjualan sapi. Sebab, adanya PMK menghantui masyarakat dan memicu turunnya minat beli. “Harganya bisa turun drastis. Memang masih banyak juga yang sehat. Tapi untuk menghindari kerugian lebih baik tidak menjual,” imbuhnya.

Baca juga:  Terima Program WFK, SMKN 1 Salam Disurvei KOICS

Bahkan, kata dia, penurunan harga bisa mencapai 50 persen. Jika pembeli mengira ada cacatnya sedikit, harga tawarnya rendah. “Bisa jadi yang semula Rp 15 juta, luka atau terlihat kurang sehat ditawar sampai Rp 7,5 juta. Padahal tidak terkena PMK,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan, Minto mengaku ragu jika berkurban sapi. Selain berhati-hati ia punya keyakinan lebih utama berkurban dengan kambing. “Situasi saat ini ragu kalau mau berkurban sapi. Lebih mantap kambing saja,” ujarnya. (mia/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya