alexametrics

Babi Hutan Serang Warga Dusun Kuwang Secara Brutal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Babi hutan Gunung Giyanti menyerang warga Dusun Kuwang, Desa Windusari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Dalam kondisi hamil, babi hutan ini mengamuk dan melukai empat warga. Akibatnya, dua warga luka parah hingga dirujuk ke rumah sakit.

Salah satu warga, Triyanto Prastyawan mengabarkan, keempat korban tersebut adalah Juman, 55, Zulfatul Karimah, 30, Asimah, 33, dan Agus, 25. Asimah hanya mengalami luka ringan di bagian paha kiri. Begitu juga Agus, luka pada jempol kaki.

Sedangkan, Zulfatul Karimah yang merupakan ibu rumah tangga mengalami luka yang cukup serius. Kedua kaki dan tangan, kanan maupun kiri terdapat luka sobek. Lengan tangan kanan retak dan jari tengah tangan kanan putus.

Baca juga:  Ribuan KK belum Nikmati Listrik Mandiri

“Korban saat itu usai mengambil rapor anaknya di sekolah. Sampai di tanjakan jalan masuk dusun diseruduk kemudian jatuh. Gak bisa gerak karena kaki tertimpa motor. Lalu babi hutan kabur menyerang warga yang dijumpai” terang Triyanto kepada Jawa Pos Radar Magelang Kamis (23/6).

Sementara Juman yang merupakan seorang petani mengalami luka sobek pada bagian kepala, tangan, kaki, dan punggung. Saat merumput di ladang dirinya langsung mendapat serangan brutal babi hutan. Meskipun sempat melarikan diri, ia tetap dikejar. “Kedua korban yang terluka parah lalu dirujuk ke rumah sakit Merah Putih,” ucap Triyanto.

Usai kejadian itu, warga ramai-ramai memburu babi hutan yang menyerang. Dengan golok dan tombak, warga berhasil meringkus dan membunuh indukan tersebut. Saat itu diketahui babi hutan tersebut dalam kondisi hamil.

Baca juga:  Problem Solving Meningkatkan Daya Kritis Siswa pada Materi Ketenagakerjaan

Triyanto mengungkapkan, babi hutan asal Gunung Giyanti tersebut sering meresahkan warga. Terutama merusak hasil pertanian warga sekitar lereng Giyanti. Tidak hanya warga Kuwang. “Memang warga kita sering memburu karena dampaknya merugikan,” tuturnya.

Sebenarnya, kata dia, ada sekitar enam babi hutan yang tampak oleh warga. Namun babi hutan yang satu ini luput dari perburuan. Biasanya diburu oleh warga asal Temanggung. “Dulu pernah ada kejadian tapi sudah lama. Ini kali pertama kejadian terulang setelah beberapa tahun lalu,” jelasnya. (mia/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya