alexametrics

Pertanian Terintegrasi, Anggarkan Rp 300 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Inovasi Pemerintah Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang dalam pemanfaatan dana desa patut diacungi jempol. Dengan merintis pertanian organik terintegrasi.

Kepala Desa Banyusari Taryono mengungkapkan, sistem pertanian organik terintegrasi antara tanaman dan ternak. Memiliki sistem pemanfaatan limbah satu sama lain. “Tempat pengolahan sampah (TPS) 3R di sini sudah memproduksi pupuk kompos dan eco enzyme,” katanya saat launching pemanfaatan dana desa untuk ketahanan pangan Desa Banyusari, Kamis (16/6).

Anggaran dana desa, kata dia, dialokasikan untuk pengembangan bidang pertanian dan peternakan sebanyak Rp 300 juta. Yakni untuk peternakan kambing, domba, dan ayam. Sementara di sektor pertanian tanah seluas empat hektare ditanam bermacam sayuran.

Baca juga:  Girikulon Squad Juara Dandim Cup

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang Labbaika Nugroho mendukung langkah mandiri Pemdes Banyusari. Sebab tak sedikit program kepala desa yang terhambat saat pandemi. “Nyatanya kreasi dan inovasi ini bukti pengelolaan dana desa yang bagus. Muaranya nanti pada kesejahteraan desa,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Romza Ernawan mengatakan pengembangan pertanian menjadi tumpuan utama dalam menyediakan pasokan pangan. (mia/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya