alexametrics

Masuk Kawasan Borobudur Rp 50 Ribu, Naik ke Candi Bayar Rp 750 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Candi Borobudur mengumumkan pemerintah akan menerapkan harga tiket khusus bagi wisatawan yang mau naik ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Harganya mencapai Rp 750 ribu untuk wisatawan domestik dan USD 100 untuk wisatawan mancanegara. Khusus pelajar bisa mengakses dengan harga tiket Rp 5 ribu.

Wacana penerapan tiket untuk naik di badan candi pun langsung menuai berbagai respon dari pengunjung. Berdasarkan pantauan wartawan Radar Magelang di Candi Borobudur, beberapa pengunjung banyak yang mengaku keberatan dengan harga tersebut.

Rata-rata pengunjung mengira harga Rp 750 ribu untuk tiket masuk kawasan Candi Borobudur. Pengelola hanya menarik biaya tinggi bagi yang naik ke bagian stupa candi. Sementara untuk tiket masuk kawasan candi masih tetap Rp 50 ribu.

Baca juga:  Diduga Cemari Sungai Silandak, Pemkot Semarang Minta PT Alutama Tutup Dulu

Gibari, pelajar SMK Makarya Jakarta mengaku kurang setuju dengan wacana menaikkan harga tiket untuk naik ke Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu. Mengingat kondisi saat ini semua sektor pariwisata masih belum benar-benar bangkit, akibat pandemi Covid-19.

“Jadi menaikkan harga tiket untuk naik ke Candi Borobudur sampai 750 ribu perlu dipertimbangkan lagi. Namun, untuk harga bagi pelajar sebesar Rp 5.000 saya tidak keberatan,” ujar Gibari saat ditemui Minggu (5/6).

Siti, pengunjung dari Balikpapan, Kalimantan mengaku sangat keberatan dan tidak setuju dengan menaikkan harga menjadi Rp 750 ribu. Menurutnya, jika harga jadi dinaikkan, ini akan memengaruhi jumlah wisatawan terutama domestik. “Saya berharap kalau mau menaikkan harga sewajarnya saja, misalkan Rp 100 ribu itu kan masih rata-rata,” ujarnya.

Baca juga:  Stok Darah PMI Magelang Menipis, Permintaan Dibatasi

Sementara itu, Wiwid Muktiah pengunjung asal Lampung mengaku jika kenaikan harga menjadi Rp 750 ribu untuk pelestarian Candi Borobudur, ia setuju. Mengingat kondisi Candi Borobudur saat ini ada beberapa yang mengalami kerusakan.

“Mungkin alasan kenaikan harga ini untuk melakukan pelestarian Candi. Apalagi ada tindakan vandalisme, dan terkadang ada pengunjung yang menempelkan permen karet pada candi,” ujarnya. Ia berharap isu kenaikan harga ini ada solusi terbaik. Dengan harapan tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

Saat meninjau perkembangan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Sabtu (4/6) lalu, Luhut mengatakan akan ada pembatasan pengunjung yang bisa naik ke bagian candi. Maksimal hanya 1200 orang setiap harinya. Mereka akan diterapkan tarif khusus. Sedangkan tiket masuk kawasan Candi Borobudur tidak ada perubahan.

Baca juga:  Kenang Sejarah dengan Ziarah

Menurutnya, keputusan pemberlakuan tarif ini berdasarkan rekomendasi UNESCO dan banyak pakar. Selain membatasi jumlah pengunjung, juga bertujuan menjaga kondisi candi sebagai cagar budaya agar tetap lestari. “Sudah terjadi penurunan candi dan material mengalami aus,” terangnya.

Terkait pembatasan pengunjung, menurutnya, tidak akan berpengaruh pada jumlah kunjungan. Sebab Candi Borobudur akan tetap menarik wisatawan. Teknisnya, jika pengunjung ingin naik ke candi, harus mendaftar terlebih dulu secara daring. (rfk/mia/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya