alexametrics

Masih Sulit untuk Bangkit, Omzet Pasar Tradisi Lembah Merapi Turun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Produktivitas Pasar Tradisi Lembah Merapi menyusut 50 persen. Pandemi menjadi salah satu penyebab utama produktivitas wisata kuliner tradisional itu menurun. Selain itu, belum ada spot yang mampu memikat wisatawan.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di lokasi, beberapa lapak terlihat kosong. Meskipun terdapat pengunjung, namun jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya. Apalagi, pagi hari yang selalu disambut dengan gerimis, membuat suasana wisata kuliner kurang mendukung.

Koordinator Pasar Tradisi Lembah Merapi Supriyadi mengatakan, kondisi saat ini sedikit lebih baik ketimbang bulan sebelumnya. Upaya bangkit untuk pulih masih kesulitan. “Omset merosot jauh sampai 50 persen. Butuh perjuangan ekstra untuk pulih seperti semula,” katanya Minggu (5/6).

Baca juga:  Pastikan Penerapan Prokes Ketat di Madrasah

Meskipun sudah terdapat kelonggaran, menurut Supriyadi, masyarakat masih trauma. Khususnya masyarakat luar Magelang. Bagi yang hidup di desa, tidak terlalu merasakan dampaknya. “Sebab lumbung pengunjung mayoritas dari luar kota. Ini kan sudah dikenal luas,”ujarnya.

Diakuinya, pengembangan dilakukan secara swadaya bersama pemerintah desa. Namun selama pandemi, pembangunan kurang maksimal. Sebab dana pengembangan dialihkan untuk anggaran penanganan Covid-19. “Sebenarnya wisata ini sangat berdampak besar bagi masyarakat di sini. Perekonomiannya semakin bagus,” tuturnya.

Ke depan akan ada rencana pengembangan fasilitas dan spot wisata. Apalagi sisi timur terdapat pemandangan indah. Yakni bentangan alam hijau dengan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu. “Jadi tidak hanya mengandalkan pasar tradisi saja,” jelasnya. (mia/ton)

Baca juga:  Kejar Level 2, Targetkan Satu Persen Per Hari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya