alexametrics

Pengunjung Candi Borobudur Capai 25 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Libur lebaran Candi Borobudur diserbu pengunjung dari berbagai daerah. Diperkirakan pada Rabu (4/5) pengunjung mencapai 25 ribu. Wisatawan ini hanya di pelataran, belum diizinkan naik ke struktur bangunan candi.

“Untuk H+2 ini sudah menunjukan peningkatan yang signifikan. Kemarin (Selasa) di angka 16.500 sekarang (kemarin, Red) jam 14.00 sudah di angka 18 ribu. Perkiraan kami sampai akhir kunjungan di angka 25 ribu,” ujar General Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Aryono Hendro Malyanto.

Jumlah 25 ribu tersebut masih 50 persen di bawah kunjungan tahun 2019. Saat itu pada H+2 Lebaran kunjungan mencapai 50 ribu per hari. Kata Aryono, kunjungan ke Candi Borobudur didominasi rombongan keluarga. Kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Surabaya. Beberapa juga ada yang berasal dari luar Jawa. Diperkirakan puncak kunjungan terjadi pada Rabu ini maupun Kamis (5/5).

Baca juga:  Harga Minyak Goreng di Pasar Masih Tinggi

“Kalau sudah H+7 biasanya rombongan kampung, komunitas yang menggunakan bus,” tambah Aryono. Karena tidak diadakan pertunjukan atraksi, TWCB menggelar kegiatan edu kriya go green. Pengunjung bisa belajar membuat suvenir dari barang yang tidak terpakai. Pada libur Lebaran ini Candi Borobudur menambah jam operasional mulai 07.00 sampai jam 17.00.

Sementara itu Bulan, pengunjung dari Aceh mengaku mampir ke Borobudur setelah berkunjung ke Jogjakarta. “Tertarik ke Candi Borobudur karena termasuk tujuh keajaiban dunia. Di sini (Candi Borobudur) bagus, bersih, ramai,” tuturnya.

Sementara itu pengunjung Nepal van Java, Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik Kabupaten Magelang kecele. Pasalnya di awal libur Lebaran wisata tersebut ditutup. Beberapa pengunjung ada yang tetap berwisata, ada pula yang putar balik.

Baca juga:  549 Jamaah Haji Kabupaten Magelang Berangkat Tahun Ini

Setioko, koordinator wisata Nepal van Java menuturkan meski sudah diumumkan tutup, tetap banyak yang datang. Mayoritas berasal dari pemudik asal Jakarta, Bogor, Bandung serta beberapa daerah di Jawa Timur. Di hari pertama Lebaran saja pengunjung yang datang mencapai 500 orang.

“Ada yang masuk, ada juga yang putar balik karena tidak ada pelayanan,”katanya. Pengunjung yang masuk pun belum dikenakan tarif tiket. Wisata Nepal van Java kembali buka hari ini (5/5). Setelah tutup sejak 25 April lalu. Penutupan untuk memberikan kesempatan warga Dusun Butuh mempersiapkan dan menyambut Idul Fitri. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya