alexametrics

Tebing Longsor, Jalur Antardesa Tertutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Tebing setinggi 30 meter dengan lebar 20 meter di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Pakis, Kabupaten Magelang longsor. Material longsor menutup jalan penghubung antardesa, Sabtu (9/4). Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab terjadinya longsor.

Sabtu pagi tampak sejumlah warga dan relawan berusaha menyisihkan material longsor. Berupa tanah dan belasan pohon pinus yang bertumbangan menutup jalan. Karena alat berat belum datang mereka membersihkan material longsor secara manual.

“Ketebalan material rata-rata sekitar 2 meter,” kata Sulis Prasetyo, kepala Dusu Gejayan kepada Jawa Pos Radar Magelang. Sulis mengatakan peristiwa diketahui warga pada Jumat (8/4) malam, pukul 21.30.

“Warga tahunya tadi malam sekitar 21.30. Pas mau lewat sudah tidak bisa. Karena ada tebing yang longsor terus putar balik,” tutur Sulis. Ia bersyukur saat longsor tidak ada warga yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Ketika longsor, menurut Sulis wilayah Gejayan turun hujan lebat disertai angin kencang.

Baca juga:  Era Digital, Pegawai Harus Inovatif

Keesokan harinya warga melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang. Tanah yang longsor tersebut milik Taman Nasional Gunung Merbabu. “Kebanyakan milik Taman Nasional Gunung Merbabu, tanah warga cuma sedikit,” jelasnya.

Ditambahkan Sulis jika hanya dikerjakan secara manual kemungkinan akses jalan tertutup lebih dari satu hari. Mengingat material tanah longsor yang tebal disertai pohon tumbang. “Apalagi kan ini bulan puasa, tenaga terbatas,” tutur Sulis.

Ditambahkan, untuk sementara waktu warga yang melintas dialihkan melalui jalur alternatif, dengan jarak tempuh sekitar 5 sampai 7 kilometer. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya