alexametrics

Ramadan, Makam Gunungpring Sepi Peziarah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana kompleks makam Aulia Gunungpring, Kecamatan Muntilan, tampak lengang. Ketika Jawa Pos Radar Semarang berkunjung, Senin (4/4) pukul 13.40, tidak banyak peziarah yang datang. Kios-kios pedagang di sepanjang tangga juga tutup.

Mi’ah, pedagang pakaian yang menetap di sana mengatakan, peziarah banyak datang pada bulan Rajab dan Ruwah. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Magelang. Tetapi dari berbagai wilayah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Lampung.

Selebihnya peziarah paling datang pada malam Jumat Kliwon. “Perhitungannya saban selapan dina atau per 35 hari sekali,” ujarnya. Sementara pada hari-hari biasa, umumnya lebih ramai pada hari Minggu.

Para peziarah datang salah satunya karena mereka memiliki hajat. Sebagai manusia biasa, mereka meminta pada Allah melalui para wali Allah tersebut. “Bukan meminta pada makam para wali Allah. Tapi hanya perantaranya saja. Berdoa di sana,” tutur Mi’ah.

Baca juga:  30 Desa Prioritas Intervensi Penurunan Stunting

Meskipun lengang, samar-samar suara orang mengaji tetap terdengar dari area makam Kiai Raden Santri. Di dekat tangga keluar juga ada peziarah wiridan. Sementara di selasar luar dekat tempat wudu tampak dua peziarah bersarung tengah terlelap.

Salah satu peziarah yang ditemui wartawan koran ini adalah Zumrotun, warga Semarang. Dia berziarah ke Makam Aulia Gunungpring bersama sang suami. Usai menjenguk anaknya yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Tegalrejo.

Bagi Zumrotun, ziarah merupakan rutinitas. Bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga setiap bulan. Tidak selalu di Gunungpring, Zumrotun bersama sang suami berziarah ke beberapa makam wali. “Ini nanti pulang juga mampir ke Payaman. Saya juga sering ke Muria, Demak, sama Kudus,” ucapnya. (rhy/mg1/mg2/lis)

Baca juga:  Jelang Lebaran, Cat Ulang Marka dan Perbaiki Penerangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya