alexametrics

Tanpa Dukungan Media, Tidak Ada Artinya

HUT ke-38 Kota Mungkid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Upacara HUT ke-38 Kota Mungkid digelar secara virtual, Selasa (22/3). Peringatan HUT secara daring ini kali ketiga dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19. Upacara digelar di aula rumah dinas bupati dengan peserta terbatas dan mengenakan busana Jawa. Sedangkan para organisasi perangkat daerah (OPD) dan forkopimda mengikuti lewat daring di kantor masing-masing.

Meski digelar sederhana, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, upacara tetap penuh kekhidmatan. Tidak mengurangi makna dan pesan yang ingin disampaikan. Semua petugas dan bupati menggunakan bahasa Jawa selama upacara.

“Mari kita bersama bergotong royong, peduli dan lindungi,”ujar Zaenal ketika ditemui usai upacara dengan peserta terbatas di rumah dinas bupati.

“Karena menyelesaikan persoalan besar hanya bisa dengan berbarengan. Dengan gotong royong,” imbuhnya.

Baca juga:  Siang Bolong, Pabrik Kayu Lapis Terbakar

Zaenal menambahkan,  Kabupaten Magelang saat ini masih berada di level 3 PPKM. Oleh karena itu, segala peraturan yang tertuang dalam Inmendagri harus menjadi pedoman.  Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Dan segera diturunkan levelnya menjadi endemi. Sehingga aktivitas bisa segera kembali normal.

“Agar leluasa dan tentunya akan segera muncul ide besar, kreativitas, dan inovasi untuk melaksanakan pembangunam di Kabupaten Magelang,” katanya didampingi Sekda Adi Waryanto.

Usai upacara diadakan tasyakuran dan pengajian virtual menghadirkan penceramah KH Ahmad Muwafiq, Pengasuh Pondok Pesantren Jombor, Sleman, Jogjakarta.

Sementara itu, usai upacara kemarin, direktur Jawa Pos Radar Semarang bersama jajaran manajemen dan wartawan Radar Magelang memberikan ucapan selamat HUT ke-38 Kota Mungkid. Ucapan disampaikan langsung kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Baca juga:  Paling Susah Pola Gambar Wajah

Membawakan buket bunga, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi bersama rombongan disambut hangat oleh Zaenal di rumah dinasnya.

“Semoga sukses di bawah kepemimpinan bapak bupati dan wakil bupati, Kabupaten Magelang bisa keluar dari pandemi Covid-19 dengan gotong royong peduli lindungi,” ucap Baehaqi.

“Terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini kepada Kabupaten Magelang,” tutur Zaenal sembari menerima bunga dari Baehaqi.

Baehaqi menyampaikan, Jawa Pos Radar Semarang melalui Radar Magelang terus memberikan atensi kepada Kabupaten Magelang. Lebih-lebih Kabupaten Magelang akan menjadi acuan nasional. Salah satunya dengan diperbaharuinya pintu masuk kawasan Borobudur. “Ini akan menjadi luar biasa,” kata Baehaqi.

Zaenal kemudian mengungkapkan, tanpa dukungan media, termasuk Radar Magelang, itu tidak akan ada artinya. Sebab, melalui medialah pesan-pesan akan tersampaikan ke masyarakat.

Baca juga:  Pemkab Magelang Pastikan Hewan Kurban yang Beredar Aman

Bupati yang menjabat dua periode ini juga mengatakan, ditetapkannya kawasan Borobudur sebagai destinasi  pariwisata superprioritas menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kabupaten Magelang untuk terus berinovasi dan kreatif.

“Untuk bisa memberikan pelayanan dan  atraksi-atraksi kepada masyarakat agar minat para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, datang ke Borobudur lebih tinggi, ” ujar Zaenal didampingi Ketua TP PKK Tanti Zaenal Arifin.

“Tentu teman-teman media yang mengabarkan, terus memberikan spirit bagi teman-teman wisata Kabupaten Magelang,” imbuhnya.

Baehaqi pun menegaskan Jawa Pos Radar Semarang telah menetapkan visi untuk halaman Magelang. Salah satunya dengan menghadirkan Radar Magelang. “Itu kami titik beratkan pada wisatanya, karena itu yang akan menjadi ikon nasional,” pungkas Baehaqi. (rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya