alexametrics

Terus Berbenah Hadapi KSPN Borobudur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Menyambut penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, pelaku UMKM mulai berbenah. Lebih-lebih menyambut target kunjungan dua juta tamu Borobudur per bulan.

Salah satunya Indaryati. Sebagai pelaku UMKM sekaligus pelaku wisata edukasi batik tulis, Indar—sapaannya—terus berupaya mempersiapkan diri. Salah satunya dengan membuat inovasi motif.

“Seperti membuat motif yang ada narasinya. Inspirasinya dari Candi Borobudur, Mendut, Pawon,” kata Indar ketika ditemui Jawa Pos Radar Magelang di rumahnya di Desa Wanurejo Minggu (20/3).

Menurutnya, inovasi itu akan lebih disukai pembeli. Dia akan mengangkat tema gerbang KSPN untuk motif selanjutnya. Misalnya, Gerbang Samudera Raksa yang terletak di perbatasan Kabupaten Magelang-Kulon Progo. “Rencana di kepala sudah banyak,” kata Indar terkekeh.

Baca juga:  Taman Air Kalibening Terapkan Prokes Ketat

Selain motif, inovasi batik yang dikelola ibu rumah tangga  ini akan dilanjutkan pada desain berpola. Jadi, penjahit bisa langsung memotong bahan. “Buat bagian depan sudah ada, bagian lengan ada, bagian belakang ada, itu kan ada desainnya,” ujar Indar.

Sementara itu, merespons pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, sekelompok masyarakat bersatu atas nama Masyarakat Saujana Borobudur. Kelompok yang terdiri dari pelaku wisata, pelaku UMKM, seniman, budayawan, akademisi dan sebagainya, ini berdiri resmi pada Maret 2021. Masyarakat Saujana Borobudur bermula dari diskusi tentang Borobudur yang sering mereka lakukan.

Oleh karena dirasa penting dan bisa menjadi masukan pemerintah terkait proyek KSPN, obrolan yang semula informal lantas diformalkan. “Jadi apa-apa yang kami diskusikan bisa menjadi masukan untuk perbaikan di Borobudur,” ujar Ketua Masyarakat Saujana Borobudur Rohmat Hidayat kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (20/3) siang.

Baca juga:  Delapan Pegawai Positif Covid-19, Kecamatan Salam Batasi Layanan

Hal-hal yang disuarakan, di antaranya terkait lingkungan. Tentang konservasi air, irigasi untuk sawah, dan sampah. Ia berharap informasi pembangunan yang ada di Borobudur  benar-benar sampai ke masyarakat.  Harapannya agar  masyarakat bisa terlibat komunikasi, bisa memberi masukan. “Agar Borobudur dipoles, tapi tidak meninggalkan sejarahnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Rohmat mengatakan, ada kekhawatiran terkait KSPN Borobudur. Sebab, Borobudur akan menjadi magnet investor nasional maupun multinasional. Sementara masyarakat lokal, baru terbuka wawasannya bahwa pariwisata bisa membuka lapangan usaha.

Pihaknya khawatir usaha yang kecil belum berkembang tapi harus kalah dengan investor besar. Menurutnya, pemerintah harus selektif terhadap investor yang masuk. Apa yang masih bisa dilakukan masyarakat lokal, harapannya bisa dilindungi, didukung, dan dikembangkan. “Kami tidak menolak investor. Kami welcome dengan investor,” tambah Rohmat.

Baca juga:  Kearsipan Pemkab Magelang Dapat Predikat Sangat Memuaskan

Namun menurutnya, pemerintah harus selektif terhadap investor yang masuk. Apa yang masih bisa dilakukan masyarakat lokal, harapannya bisa dilindungi, didukung, dan dikembangkan.  “Hal lain, investasi besar yang kami tidak mampu, monggo. Kami terbuka,” ucapnya. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya