alexametrics

Angkat Cerita Relief Borobudur dalam Motif Batik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Masih dalam situasi pandemi Covid-19, usaha kain batik Borobudur tetap bergairah. Salah satunya yang digerakkan sekelompok ibu rumah tangga di Desa Wanurejo. Kelompok usaha batik tulis bernama Batik Dewi Wanu (Desa Wisata Wanurejo) itu justru terus berinovasi.

Masih terinspirasi dari  relief Candi Borobudur, Batik Dewi Wanu terus menciptakan motif baru. Termasuk dengan menggali tema dari relief Candi Mendut dan Candi Pawon. “Dulu hanya mengangkat panel ornamen, seperti kalpataru atau bokor,” ujar salah satu pengelola Batik Dewi Wanu Indaryati kepada Jawa Pos Radar Magelang, Sabtu (12/3). “Sekarang mengangkat yang ada narasinya,” imbuh Indar.  Penggarapannya baru dimulai pekan ini.

Indar kemudian menunjukan salah satu motif yang sudah digambar. Ada motif monyet dan burung manyar. Motif itu dibuat karena terinspirasi dari Candi Mendut. Dia mempelajarinya dengan membaca buku.

Baca juga:  Longsor, Jalan Alternatif Bandongan-Kaliangkrik Tertutup

Indar menceritakan, monyet dan manyar hidup berdampingan di pohon. Manyar membuat sarang. Sementara monyet hanya bermain. Membangun sarang, manyar mengejek monyet. Begitu musim hujan tiba, manyar masih mengejek monyet karena tidak memiliki sarang. Karena kesal terus diejek, monyet kemudian merusak sarang burung manyar.

“Akhirnya sama-sama nggak punya sarang. Pesan moralnya, kita tidak boleh saling mengejek orang lain,” kata Indar menutup cerita.

Dengan membuat terobosan motif narasi, Indar ingin memberikan edukasi selain dari kelas praktik. Nantinya dalam mengemas kain batik, pihaknya akan menyisipkan kertas story telling.“Jadi orang bisa tahu cerita reliefnya meski nggak ke candi,” pungkasnya. (rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya