alexametrics

BNN Kabupaten Magelang Fokus Tekan Pengguna Narkoba di Kalangan Pelajar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Magelang terus berperang melawan penyalahgunaan narkoba. Utamanya di kalangan pelajar.

Kepala BNN Kabupaten Magelang Catharina Suti Mariyani menuturkan, tahun ini pihaknya fokus berkoordinasi dengan para kepala sekolah. Untuk menekan maraknya penggunaan narkoba di kalangan pelajar.

Apabila ada yang kedapatan menyalahgunakan obat-obatan terlarang, pihaknya mengimbau sekolah untuk tidak mengeluarkan siswa tersebut.

“Jangan dikeluarkan, tapi direhabilitasi. Kalau sudah benar-benar sembuh, dia mau dipindahkan ke mana itu sudah nggak menganggu,” tutur Catharina kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (7/3).

“Kalau dikeluarkan malah bisa menyebar. Menambah jaringan,”  imbuhnya.

Tahun lalu, BNNK Kabupaten Magelang merehabilitasi setidaknya 106 orang. Sementara kini, hingga Maret, sudah ada 9 orang. Tujuh di antaranya bahkan pelajar. Mereka direhabilitasi dengan rawat jalan. Ada delapan kali pertemuan.

Baca juga:  Proses Identifikasi Korban Hanyut di Kali Bening Makan Waktu Empat Jam

Catharina menambahkan, mayoritas pelajar menyalahgunakan obat jenis pil sapi. Obat penenang yang ditujukan bagi orang depresi.  Biasanya mereka membeli melalui online shop maupun apotek.

“Kalau dia tidak depresi pakai obat antidepresi, ya jadi depresi,” tandasnya. Terlebih, mereka mengonsumsi tanpa petunjuk dokter.  “Itu obat penenang yang memperlambat berpikir,” sambungnya.

Namun Catharina bersyukur. Kini banyak sekolah mulai terbuka. Ketika ada pelajar yang menyalahgunakan obat-obatan, sekolah melapor ke BNN Kabupaten Magelang. “Dulu ditutup-tutupi. Nanti yang masih ditutup-tutupi tetep akan saya kunjungi,” tegasnya.

Selain mengimbau kepala sekolah untuk tidak mengeluarkan pelajar penyalahguna obat-obatan, Catharina juga mengingatkan orang tua agar tidak malu. Terutama terkait rehabilitasi bagi anak-anaknya.

Baca juga:  Bobol Apotek, Gondol Rp 68 Juta

“Orang tua jangan malau anaknya seperti ittu. Justru ayo kita dandani bareng-bareng” tuturnya.

Untuk mendukung pembinaan, BNN Kabupaten Magelang juga  berkoordinasi dengan pemerintah desa. “Dengan maksud selain dibina di sekolah, di rumah juga didampingi kepala desa,” bebernya. (rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya