alexametrics

Antisipasi Penambahan Klaster Ponpes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Kementerian Agama Kabupaten Magelang mengantisipasi adanya penambahan klaster ponpes. Setelah sebelumnya muncul di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bandongan.

“Untuk treatment-nya hampir sama dengan madrasah formal. Ketika ada kasus Covid-19, disuruh isolasi mandiri.  Rata-rata kasus di ponpes kan orang tanpa gejala (OTG),” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Magelang Panut.

Kata Panut, jika ada santri yang terpapar Covid-19, dilakukan isolasi di ponpes dengan ruangan terbatas dan tersendiri. Tidak diperkenankan pulang ke rumah asal. Karena di ponpes santri tinggal secara menyatu, Panut mengingatkan untuk disiplin protokol kesehatan (prokes). “Yang ponpes diutamakan prokes,” ujar Panut.

Sementara itu, Agus Syafei, kasi Diniyah dan Ponpes Kemenag Kabupaten Magelang menuturkan, klaster ponpes di Bandongan tersebut bukan yang pertama di Kabupaten Magelang. Sebelumnya juga pernah ada klaster ponpes di wilayah Salaman dan Mungkid.

Baca juga:  Bangunan Candi Borobudur Terpapar Abu Tipis

“Kalau yang Salaman itu tahun 2020, pas awal pandemi, ada 31 santri. Kemudian di Mungkid tahun 2021 ada 75 santri,” kata Agus.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Sunaryo menjelaskan, untuk klaster ponpes di Bandongan ada 21 santri yang terpapar. Setelah dilakukan tracing pada 200 santri. Kata Sunaryo, untuk kasus klaster ponpes di Bandongan dilakukan pemantauan oleh nakes. Satu nakes memantau 4 pasien santri yang terpapar.

“Santri dikarantina di ponpes untuk isoman, dengan pembatasan-pembatasan. Karena kalau dipulangkan berisiko menulari yang di rumah,” kata Sunaryo. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya