alexametrics

Pelajar SMK Bacok Pelajar Lain

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – DBS, 18, remaja asal Kecamatan Windusari diamankan Polres Magelang. Pelajar SMK ini nekat melakukan pembacokan di Kecamatan Bandongan. Korbannya, RA, 15, juga pelajar SMK.

Kasatreskrim Polres Magelang M. Alfan menuturkan, motif pembacokan belum bisa dipastikan. Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pembacokan terjadi pada Senin (7/2). Tempat kejadian perkara di bundaran Taman Bunga Windusari. Saat itu korban berinisial RA dalam perjalanan pulang dari sekolah berboncengan dengan temannya, sekitar pukul 15.00.

“Sesampainya di bundaran Taman Bunga Windusari, keduanya bertemu dengan rombongan dari SMK lain yang berjumlah 15 orang. Lalu, salah satu dari mereka berupaya menyabet korban dengan celurit,” kata Alfan, Jumat (11/2).

Baca juga:  Targetkan Kunjungan Wisata Kembali ke 50 Persen

Korban berhasil menghindar. Namun pelaku DBS langsung mendekati korban dan menyabetkan celurit kepada korban. Sabetan celurit mengenai punggung korban. Setelah itu, korban melarikan diri menuju puskesmas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut lantas melaporkannya ke Polsek Windusari.

polisi berhasil menemukan rombongan di Desa Genito, Kecamatan Windusari. “Dari rombongan itu, sebanyak tiga pelajar yang berhasil kami amankan, beserta barang bukti sajam yang ditinggal saat melarikan diri,” kata Alfan.

Ketiga pelajar langsung dibawa ke Polres Magelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban RA, menjalani perawatan di rumah sakit akibat terkena sabetan celurit di bagian punggung. “Berdasarkan keterangan ketiganya, kami mengantongi identitas pelajar yang melakukan pembacokan terhadap korban yakni inisial DBS,” jelas Alfan.

Baca juga:  Magelang Jadi Sentra Pembibitan Kentang

Tak berselang lama DBS berhasil diamankan. Dari tangan pelaku DBS, diamankan barang bukti motor Honda Vario, satu celurit, dan pakaian yang dipakai saat menganiaya korban. Pelaku dijerat pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya