alexametrics

Tiga Guru Positif Covid, PTM di MA Ma’arif Borobudur Dihentikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pembelajaran tatap muka (PTM) di MA Ma’arif Borobudur, Kabupaten Magelang dihentikan. Setelah ditemukan tiga guru terpapar Covid-19. Kamis (10/2) ketika wartawan koran ini mendatangi MA Ma’arif Borobudur, suasana tampak sepi. Hanya ada dua guru yang hadir. Semua siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Muhammad Ahsan kepala MA Ma’arif Borobudur menuturkan, PTM mulai dihentikan sejak Sabtu 5 Februari 2022. Setelah satu hari sebelumnya ada satu guru yang terpapar Covid-19. “Hari Jumat kemarin tanggal 4 diketahui ada satu guru yang terpapar Covid-19 setelah swab. Setelah kejadian itu, sekolah PJJ,” ujar Ahsan.

Kata Ahsan guru yang terpapar menjadi bertambah pada Selasa 8 Februari 2022. Ada tambahan dua guru yang terpapar Covid-19. Sehingga total ada 3 guru yang positif Covid-19 dari 21 tenaga pendidik di MA Ma’arif Borobudur.

Baca juga:  Daftar Desa yang Terdampak Tol Jogja-Bawen, Sosialisasi Dimulai dari Desa Bligo

Tiga guru yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri karena hanya mengalami gejala ringan. Menurut Ahsan, sebelum melakukan swab ketiga guru tersebut kondisinya sedang tidak sehat. Untuk saat ini yang ditracing baru guru. Untuk siswa belum dilakukan swab.

“Sementara untuk siswa tidak dilakukan swab. Tapi saya minta kepada wali kelas untuk memantau kondisi siswa. Ternyata sehat-sehat semuanya,” imbuh Ahsan. Jumlah siswa di MA Ma’arif Borobudur ada 83 orang. Dikatakan, baik guru maupun siswa di MA Ma’arif Borobudur sudah melakukan vaksinasi  dua kali.

Sebelumnya, MA Ma’arif Borobudur sudah melakukan PTM sejak September 2021. Karena jumlah siswa tidak mencapai 100 orang, PTM dilakukan bagi semua siswa.

Baca juga:  Candi Mendut - Pawon Tutup, Pedagang Tetap Buka Lapak

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Magelang Panut menuturkan, langkah yang diambil oleh MA Ma’arif Borobudur untuk menghentikan PTM dan melakukan PJJ sudah tepat. Terlebih saat ini kasus Covid-19 sedang naik.

Sejak awal pihaknya sudah mengimbau kepada madrasah untuk melakukan PJJ jika memungkinkan. Mengingat saat ini muncul varian Omicron. Bagi madrasah yang melakukan PTM diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat, dibatasi hanya 50 persen. Dan waktunya dibatasi.

Mengenai swab terhadap siswa di MA Ma’arif Borobudur, kata dia kebijakan di tangan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Kalau saran saya, sebaiknya diswab,” tuturnya. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya