alexametrics

Semua Lini Harus Perang Lawan Narkoba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Magelang memiliki program ketahanan keluarga dalam rangka perang melawan narkoba. Tahun ini, giliran Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan dan Desa Blondo Kecamatan Mungkid yang ditunjuk.

Kepala BNNK Magelang Catharina Suti Mariyani menuturkan, pihaknya akan mengambil satu keluarga, bapak/ibu dan satu anak. Nantinya akan dilatih bagaimana menjadi keluarga harmonis, produktif, dan memiliki keterbukaan.

“Sehingga nanti diharapkan ketika kelurga harmonnis, tidak ada penyalahgunaan narkoba ataupun penyimpangan lain,” ujar Catharina kepada Jawa Pos Radar Semarang.

“Karena yang paling dekat adalah keluarga. Jadi keluarga (orang tua, Red) harus bisa mendeteksi anak-anaknya sendiri. Apakah salah pergaulan atau tidak,” jelasnya.

Baca juga:  Toko Oleh-Oleh Mulai Diserbu

Di tingkat sekolah, BNNK juga membentuk Satgas Pelajar. BNNK Magelang bekerja sama dan berkoorninasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Satgas-satgas anti narkoba juga dibentuk di pondok pesantren. Satgas ini akan berperan sebagai relawan dan penggiat anti narkoba di lingkungan sendiri.

Menurut Catharina, semua lini harus bekerja sama berperang melawan narkoba. Terlebih Kabupaten Magelang terbilang rawan. “Semua harus terlibat. Baik lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, pemerintah, hingga lingkungan masyarakat,” tegasnya.

BNNK Magelang berkaca dari tahun 2021. Di mana ada pengungkapan kasus penyelundupan ganja seberat 19,3 kg di Terminal Secang. Angka penyalahgunaan obat-obatan di kalangan pelajar Kabupaten Magelang, kata Catharina, juga terbilang tinggi. (rhy/ton)

Baca juga:  Gugup saat Ditanya Identitas, Ternyata Punya Catatan Kriminal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya