alexametrics

Guiding Block Tabrak Tiang, Bahayakan Tunanetra

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Guiding block trotoar proyek kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur tidak ramah terhadap penyandang tunanetra. Pasalnya, beberapa guiding block terhalang oleh tiang maupun pohon. Sehingga membahayakan bagi tunanetra yang berjalan.

Berdasarkan pantauan wartawan koran ini, salah satu pemasangan guiding block yang kurang sesuai berada di sekitar Brojonalan, Borobudur. Di sana guiding block menabrak pohon palem hias, tiang lampu, tiang telepon maupun menabrak tempat bendera.

Kepala Satker PJN Wilayah III Provinsi Jateng Raden Hendriastomo mengatakan, untuk pemasangan jalur disabilitas belum bisa sesuai ideal. Karena keterbatasan lebar trotoar maupun adanya beberapa tiang di trotoar.

“Pemasangan jalur disabilitas belum bisa sesuai ideal karena masih ada tiang listrik dan tiang utilitas serta adanya keterbatasan lebar trotoar. Saat ini, kami upayakan perbaikan jalur disabilitas tersebut yang masih dalam masa pemeliharaan oleh penyedia jasa,” katanya.

Baca juga:  Belajar Otodidak, Paling Suka Tembang Jawa ”Lela Ledhung”

Sementara itu, Humas DPC Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Magelang Hendry Hernowo menuturkan, guiding block dengan bahan besi tersebut kurang pas. Mengingat untuk perawatan lebih mahal dan gampang copot.

“Itu sebenarnya juga nggak strandar, tapi kalau itu terlalu dibuat menggak-menggok juga menyulitkan navigasinya disabilitas,” kata Hendry.

Bagi dia salah satu solusinya yakni pohon harus dipangkas dan tiang dipindah. Atau guide block-nya dibuat memutari pohon dan tiang. Karena jika harus dibongkar biayanya terlalu mahal.

“Jadi pembelajaran bagi yang belum ada. Harus dirancang dari awal, bukan tambal sulam,” tuturnya.

Disinggung perencanaan trotoar KSPN Borobudur, Hendry mengaku sejauh ini disabilitas di Kabupaten Magelang tidak dilibatkan.

Baca juga:  Cemari Lingkungan, Perusahaan Pakan Ternak Bayar Denda Rp 1 Miliar

“Nggak ada. Apalagi yang besi, KSPN bukan kewenangan kabupaten,” ujar dia.

Ia pernah mencoba berjalan di trotoar Terminal Borobudur menuju arah Candi Borobudur. Saat mencoba, ada titik-titik tertentu yang seram dan membahayakan bagi tunanetra. Karena guiding block-nya putus dan tidak ada pemberitahuannya. Pihaknya berharap, sejak awal perencanaan melibatkan teman-teman disabilitas. Sehingga apa yang dibuat tersebut bisa tepat sasaran. (man/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya