alexametrics

Sendang Kamulyan Borobudur Dijadikan Objek Wisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Sendang Kamulyan di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, sudah sejak lama dimanfaatkan warga setempat untuk mandi dan mencuci. Sendang ini lokasinya tidak jauh dari Candi Pawon. Masuk area perkampungan. Berdampingan dengan Sungai Progo.

Sendang Kamulyan kini berwajah baru. Berkat proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Area sendang dibangun permanen. Dibuatkan bilik-bilik untuk berganti pakaian. Pancuran airnya juga dibuatkan ornamen. Sementara area luar, dibangun tangga, musala, tempat duduk memanjang, serta dipasang lampu taman.

“Dulu dari mata air cuma disalurkan blumbang. Dibikin pancuran pakai bambu,” ujar Zaenudin, warga setempat kepada Jawa Pos Radar Magelang. “Sebentar lagi katanya diresmikan,” imbuh pria paro baya yang arab disapa Zen ini.

Baca juga:  Cinta Kasih Wujudkan Harmoni

Sebelum dibangun, Sendang Kamulyan sering dikunjungi warga luar Wanurejo. Ada pula yang berasal dari Temanggung. Konon, air sendang tersebut bisa untuk menyembuhkan penyakit. Sendang ini juga tidak pernah surut meskipun di musim kemarau.

“Kalau pusing, mandi di sana bisa sembuh. Paling istimewa, katanya kalau mandi di situ kulit jadi lebih segar,” tambahnya.

Kendati demikian, lanjut Zen, pengunjung harus menjaga kesopanan saat berkunjung di Sendang Kamulyan. Tidak boleh bercanda berlebihan. Konon, di sana ada ular penunggu. Zen pernah dua kali bertemu ular hitam besar seukuran pahanya.

“Tapi nggak apa-apa. Yang penting kita nggak ganggu. Kalau guyon di sana yang wajar-wajar saja. Kalau berlebihan, bisa diganggu,” jelasnya.

Baca juga:  Cinta Kasih danToleransi, Wujudkan Kebahagiaan

Zen menambahkan, masyarakat mengaku senang dengan adanya pembangunan KSPN ini. Dia berharap kunjungan ke Desa Wisata Wanurejo meningkat. Sehingga bisa semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara Sumarti, warga Dusun Brojonalan, berharap meskipun Sendang Kamulyan ditujukan untuk mendongkrak wisata, masyarakat tetap bisa mandi dan mencuci di sana. “Saya di rumah punya air, tapi lebih suka nyuci di sini,” ucap Sumarti. “Lebih enak. Nggak pegel dan mbilasnya cepat bersih,” imbuhnya sembari membilas cucian di muka pancuran air. (rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya