alexametrics

Wisata Edukasi Gerabah Makin Bergairah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Kampung Gerabah Klipoh Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur bergairah. Sejak libur Natal dan tahun baru (Nataru), wisatawan melonjak.

Nggak bisa ngitung berapa pengunjung. Tapi penuh. Ya bisa dibilang naik 100 persen,” ujar Anik, salah satu perajin gerabah, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (6/1).

Ketika koran ini datang sekitar pukul 10.37, Anik mengaku baru saja melepas wisatawan dari Kabupaten Semarang. Mereka membawa rombongan dua mobil VW. Tujuannya untuk praktik membuat gerabah. “Yang ke sini lebih banyak yang praktik daripada beli,” ujarnya.

Pendapatan dari hasil wisata edukasi ini pun lebih banyak daripada hasil penjualan. Untuk melayani satu wisatawan praktik, Anik bisa mengantongi Rp 25.000. “Minggu ini wisatawan banyak yang datang. Kemarin ada rombongan 6 mobil VW, hari ini (kemarin, Red)  ada 2 rombongan mobil VW” ucap Ani.

Baca juga:  Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kemandirian

Menurut Anik, praktik membuat gerabah diminati karena menyuguhkan pengalaman baru bagi wisatawan. Terlebih, mereka bisa belajar membuat kerajinan gerabah dengan bentuk yang diinginkan. Misalnya, cangkir, vas, mangkok, asbak, dan sebagainya.

Kendati demikian, penjualan gerabah tetap tinggi. Kini, lanjut Anik, sedang banyak permintaan wadah pakan kelinci. Trennya bergeser dari pot tanah liat yang kini permintaannya sudah menurun. “Peminat masih didominasi warga Semarang, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Tapi ada juga yang dari Jambi,” bebernya. (mg2/rhy/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya