alexametrics

Tim Kamboja Kabupaten Magelang Tetap Siaga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Masih ingat dengan Tim Kamboja Kabupaten Magelang? Mereka masih siaga, walau berita-berita kematian Covid-19 mulai sepi.

Tim Kamboja Kabupaten Magelang dibentuk 1 Juli 2021. Beranggotakan relawan Muhammadiyah. Terdiri dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), pemuda Muhammadiyah yang tergabung dalam Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan unsur mahasiswa Muhammadiyah.

Secara resmi, mereka mendeklarasikan diri sebagai Tim Kamboja Muhammadiyah Covid-19 Command Center/Muhammadiyah Disaster Management Center (MCCC/MDMC) Kabupaten Magelang. Dalam perjalanan, mereka menyebut sebagai Tim Kubur Cepat (TKC) Demit Kamboja Kabupaten Magelang.

Tim ini melayani pemakaman dengan standar protokol kesehatan (prokes), di wilayah Kabupaten Magelang. Layanan ini gratis. Tim Kamboja mendapatkan donasi dari dermawan yang dihimpun oleh LazisMu Kabupaten Magelang.

Baca juga:  Vaksin 214 Orang dari Delapan Instansi

Lalu, bagaimana kondisi Tim Kamboja saat ini? Koordinator Umum Tim Kamboja MCCC/MDMC Kabupaten Magelang Sapari memberi jawaban mengejutkan. Tim Kamboja dalam status disiagakan.

Sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan, tim langsung bergerak. “Hal itu (tambahan kasus, Red) tidak kami harapkan, namun masih ada momen akhir tahun yang harus kita waspadai,” ujarnya, Selasa, (16/11).

Kewaspadaan itu tidak lepas dari ancaman pandemi Covid-19 gelombang 3. Juga munculnya varian baru Covid-19, seperti AY.4.2. “Jangan lengah,” pesannya.

Masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan baik. Memakai masker bukan hanya karena takut kena razia. Atau tidak berkerumun karena malu jika dibubarkan. “Harus punya kesadaran diri taati 5M dan 1V, vaksinasi,” tandas relawan MDMC Kabupaten Magelang itu.

Baca juga:  Kejar Level 2, Targetkan Satu Persen Per Hari

Koordinator lapangan Tim Kamboja Kabupaten Magelang Tri Susanto menyebut sudah melayani 57 pemakaman Covid-19. Sejak kasus Covid-19 melandai, tidak ada lagi permintaan pemakaman. “Terakhir kami melayani pemakaman pada 10 September sekitar pukul 19.00 malam,” tuturnya.

Kondisi seperti ini, membuatnya senang. Ketika tidak ada permintaan pemakaman, artinya kondisi kesehatan masyarakat membaik. “Mudah-mudahan pandemi segera berakhir, sehingga masyarakat bisa hidup normal lagi,” ucapnya penuh harapan. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya